KEFIR
Seiring dengan meningkatnya kesadaran dan
pemahaman masyarakat akan makanan dan minuman yang menyehatkan, susu fermentasi
dewasa ini berkembang pesat baik kualitas maupun kuantitasnya. Upaya menarik
minat konsumen terhadap jenis bahan pangan ini jugaterus dilakukan oleh
produsen de-ngan mendidik masyarakat melalui iklan akan manfaatnya bagi
kesehatan sekaligus menawarkan berbagai varian produknya Jenis susu fermentasi
bentuk cair yang telah dikenal oleh masyarakat Indonesia adalah yogurt beserta
produk pengembanganny dengan rasa manis, flavor coklat dan
buah-buahan untuk meningkatkan selera, serta warna yang beragam agar penampilan
produk lebih menarik. Fermentasi adalah proses yang
menghasilkan berbagai produk baik secara aerob maupun anaerob dengan melibatkan
aktivitas mikroba atau ekstraknya secara terkontrol. Fermentasi dapat menambah
keanekaragaman pangan dan menghasilkan produk dengan cita rasa, aroma, serta
tekstur yang khas, selain itu juga dapat memperpanjang masa simpan produk
(Halin dan Evancho, 1992).
Fermentasi susu merupakan
pengolahan susu dengan bantuan mikroba untuk menghasilkan berbagai produk
seperti : keju, yoghurt, kefir, koumis dan yakult. Kefir merupakan
salah satu produk fermentasi susu yang memiliki kekentalan seperti krim serta
mempunyai rasa asam dan beralkohol yang menyerupai yogurt dan memiliki aroma khas yeasty
(seperti tape),
sering disebut the champagne of cultured milk atau minuman yang paling berharga
di antara jenis susu fermentasi lainnya.
Sesuai dengan Keputusan Kepala Badan
Karantina Pertanian. Nomor :355.a/Kpts/PD.670.320/L/ 9/2008 Tanggal : 8
September 2008 Tentang Petunjuk Teknis Pemeriksaan dan Pengujian HPHK pada
Susu dan Hasil Olahannya Kefir adalah susu yang telah mengalami proses
pengasaman dengan menggunakan bakteri asam susu (Lactobacillus sp dan Streptococcus
sp) dan khamir atau ragi (Saccharomyces kefir, Betabacterium caucasium dan
Torula Kefir) yang membentuk gugusan alkohol. Kefir dibuat dari susu
sapi, susu kambing atau susu domba yang ditambahkan starter kefir berupa
granula kefir atau biji kefir (Kosikowski dan Mistry, 1982; Bottazi, 1983 dalam
Metanggui, 2002). kefir berasal dari
pegunungan Kaukasus diantara Laut Hitam dan Laut Kaspia, Rusia Barat Daya.
Kefir memiliki nama yang berbeda-beda seperti kippe, kepi, khapov,
khephir, dan kiaphir. Jenis susu fermentasi ini telah banyak dikonsumsi di
beberapa negara Asia dan Scandinavia.
Menurut Hidayat dkk (2006), starter kefir terdiri dari BAL dan khamir yang
berperan dalam pembentukan cita rasa dan struktur kefir. Bakteri berperan menghasilkan asam laktat dan komponen flavor,
sedangkan ragi menghasilkan gas asam arang atau karbon dioksida dan sedikit
alkohol. Itulah sebabnya rasa kefir di samping asam juga sedikit ada rasa
alkohol dan soda, yang membuat rasa lebih segar, dan kombinasi karbon dioksida
dan alkohol menghasilkan buih yang menciptakan karaktermendesis pada produk. Ir.
Sri Usmiati, M.Si., peneliti Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca
Panen Pertanian (BB
Pascapanen),
melaporkan bahwa kefir diperoleh melalui proses fermentasi susu pasteurisasi.
Proses fermentasinya menggunakan starter biji kefir (kefir
grain/kefir granule), yaitu, butiran putih atau krem dari kumpulan
bakteri dan beberapa jenis ragi. Bakteri berperan untuk menghasilkan asam
laktat, sedangkan ragi dapat menghasilkan gas asam arang atau karbon dioksida
dan sedikit alkohol. Kombinasi karbon dioksida dengan sedikit alkohol itulah
yang menciptakan rasa alkohol dan soda sehingga memunculkan karakter mendesis jika
kefir dirasakan dalam rongga mulut.
Granula kefir merupakan starter yang
digunakan dalam fermentasi kefir yang terdiri dari campuran BAL dan khamir.
Namun pemeliharaan granula kefir ini sangat sulit, karena terdiri dari berbagai
jenis mikroba dan setiap jenis mikroba
memiliki sifat fisiologi dan biokimia yang berbeda
baik itu BAL maupun khamir, sehingga sulit untuk menjaga agar viabilitas dan
aktivitas mikroba yang terdapat di dalam granula kefir tetap stabil dan dapat
dipelihara dalam jangka waktu lama. Pada saat ini, BAL dan khamir yang
digunakan sebagai starter kefir dalam bentuk biakan murni belum tersedia secara
komersil. Oleh karena itu, eksplorasi BAL dan khamir yang banyak terdapat di
alam Indonesia perlu dilakukan untuk menambah atau memperkaya koleksi mikroba,
sehingga dapat dimanfaatkan sebagai starter dalam berbagai industri.
Ketersediaan dan kemudahan untuk memperoleh isolat BAL serta khamir yang unggul
dengan biaya relatif murah untuk proses fermentasi akan membantu meningkatkan
penghasilan dan kesejahteraan masyarakat. BAL dapat diisolasi dari sayur maupun
buah yang sudah terlalu matang, asinan sayur maupun buah, dan lain-lain
(Surono, 2004). Berdasarkan penelitian Kuliah Kerja Lapangan (KKL) mahasiswa
Fakultas Biologi Universitas Nasional tahun 2007, diketahui bahwa dari beberapa
sayuran dan buahbuahan
yang berasal dari daerah kawasan Desa Linggajati,
Kuningan, Jawa Barat, dapat
diisolasi BAL yang berpotensi sebagai starter dalam
fermentasi makanan dan minuman. Sumber isolat BAL yang diambil diantaranya
berasal dari slada, kubis, sawi hijau, sawi putih, lobak, wortel, timun suri,
nenas, sirsak dan tomat (Febrianita dkk., 2007). Selanjutnya hasil
penelitian Febrianita (2008) menunjukkan bahwa isolat BAL F2 yang berasal dari
buah nenas sebagai isolat
terbaik, karena memiliki kemampuan fermentatif
tertinggi dengan kadar asam laktat sebesar 1,17%. Sedangkan khamir dapat
diisolasi dari berbagai macam substrat, seperti buahbuahan bunga, limbah tebu,
makanan dan minuman fermentasi. Onions dan Eggins (1981) menyatakan, bahwa
khamir yang terlibat dalam proses fermentasi kefir pada umumnya bersifat
fermentatif yaitu, khamir
yang mampu melakukan fermentasi karbohidrat menjadi
alkohol dan CO2 (Surono, 2004).
Sedikit
cerita tentang perkembangan kefir
Kefir sebenarnya telah ribuan tahun lalu dikenal dalam
peradaban manusia. Sebelum dikenal luas di Rusia dan Eropa, kefir bermula dari
kawasan pegunungan Kaukasia, di perbatasan antara daratan Asia dan Eropa,
sebelah tenggara Rusia. Berdasarkan legenda di Kaukasia, konon Nabi Muhammad
yang pertama kali memberikan biji kefir kepada orang-orang setempat dan
mengajari cara membuat minuman tersebut. Biji kefir kemudian dipredikati
"the grains of the prophet".
Namun, legenda yang berkembang kemudian adalah jika biji
kefir tersebut diketahui orang di luar kawasan dan minuman kefir menjadi pengetahuan
luas, niscaya kekuatan mereka akan hilang. Oleh sebab itu, selama ratusan
tahun, kefir menjadi misteri dan hanya dikonsumsi penduduk Kaukasia.
Baru pada awal tahun 1900, perkumpulan dokter Rusia
bekerja sama dengan suatu perusahaan produsen keju menjalankan misi penting,
yaitu memperoleh biji kefir untuk dibawa dan diproduksi di Rusia. Diutuslah seorang
perempuan cantik bernama Irina Sakharova untuk membujuk Pangeran Kaukasia,
Bek-Mirza Barchorov, demi mendapatkan biji kefir.
Meski sempat gagal, baru pada tahun 1908 misi yang
diemban Irina tersebut berhasil. Tahun 1973 pada usianya yang 85 tahun Irina
mendapatkan penghargaan dari Menteri Industri Pangan Uni Soviet ketika itu atas
jasanya membawa kefir bagi rakyat Rusia. Kefir kini boleh dibilang bagian dari budaya
kuliner orang Rusia. Kefir tak hanya digunakan sebagai minuman, tetapi juga
menjadi bahan untuk berbagai penganan.
Manfaat kefir
Sebagai minuman yang bergizi
tinggi dengan kandungan gula susu (laktosa) yang relatif rendah dibandingkan
susu murni, kefir sangat bermanfaat bagi penderita lactoseintolerant atau
tidak tahan terhadap laktosa, karena laktosanya telah dicerna menjadi glukosa
dan galaktosa oleh enzim laktase dari mikrobia dalam biji kefir. Di samping itu
kefir juga dipercaya oleh sebagian masyarakat dapat menyembuhkan beberapa
penyakit metabolisme seperti diabetes, asma, dan jenis tumor tertentu. Polisakarida larut air
yang disebut kefiran dihasilkan bakteri asam laktat. Kefiran berjumlah
sekitar 25% dari berat kering butiran kefir dan disintesis bersama sel mikroba
baru. Kefiran inilah yang
berperan dalam meningkatkan pembentukan system imun dalam tubuh Di Rusia, konsumsi kefir
dianggap penting karena kemampuan probiotik dan peranan sebagai penunjang
kesehatan. Di Negara tersebut kefir digunakan secara luas di rumah sakit dan
sanatorium sebagai makanan bagi pasien yang mengalami gangguan pencernaan,
arteriosklerosis, kelainan metabolisme seperti tekanan darah tinggi
dan makanan bagi anak-anak kecil. Kefir kaya akan kalsium, asam amino, vitamin B,
dan asam folat. Manfaat meminum kefir secara konsisten dapat menghindari risiko
terkena kanker kolon, memperlancar buang air besar, menurunkan kadar
kolesterol, mengurangi risiko penyakit jantung koroner, mencegah infeksi
saluran urine, hingga merangsang pembentukan sistem imun atau kekebalan tubuh.
Bakteri asam laktat dalam kefir bisa menjadi sumber
probiotik, namun tergantung galur dari jenis bakterinya. Sebagai probiotik, dia
bermanfaat menekan populasi bakteri patogen di dalam saluran pencernaan.
Bagi orang yang saluran pencernaannya tidak bisa
mencerna susu atau lactose intolerance, kefir dapat menjadi alternatif sebab
sebagian besar laktosa pada susu telah terpecah-pecah oleh bakteri asam laktat
sehingga lebih mudah dicerna penderita. Kefir juga baik diminum oleh anak-anak,
wanita hamil dan menyusui, dan orang lanjut usia.
·
Penurun kolesterol dan risiko kanker
Dasar ilmiah atas
dugaan bahwa mengkonsumsi produk fermentasi susu yang mengandung bakteri asam
laktat dapat menurunkan kadar kolesterol serum darah sehingga menurunkan risiko
penyakit jantung koroner itu – memang belum pasti. Namun beberapa penelitian
mengemukakan dua teori berikut ini.
1. Beberapa galur (strain) bakteri asam
laktat mampu melakukan metabolisme kolesterol dari makanan dalam usus halus
sehingga tidak diserap tubuh.
2. Beberapa galur bakteri asam laktat
mampu melakukan dekonyugasi garam bile dalam usus halus untuk mencegah absorpsi
kembali oleh tubuh sehingga merangsang hati untuk mensintesis lebih banyak
garam bile dari kolesterol serum. Kedua hal itu menurunkan kadar kolesterol
serum.
Selain itu beberapa
penelitian juga membuktikan, mengkonsumsi produk fermentasi susu yang
mengandung bakteri asam laktat dapat menurunkan risiko timbulnya kanker atau
tumor dalam saluran pencernaan. Sebab, bakteri asam laktat yang hidup dalam
produk fermentasi susu menekan pertumbuhan bakteri lain di dalam saluran
pencernaan. Bakteri yang tidak diinginkan itu dalam saluran pencernaan
memproduksi beberapa enzim tertentu, misalnya betaglukuronidase dan
azoreduktase yang dapat mengubah senyawa prokarsinogen dalam makanan menjadi
karsinogen (misalnya nitrit menjadi nitrosamin), yaitu senyawa penyebab kanker.
Kontrol terhadap
pertumbuhan bakteri yang tidak diinginkan itu dapat menurunkan pembentukan
karsinogen sehingga mengurangi risiko kanker kolon (usus besar). Bakteri asam
laktat juga merangsang pergerakan isi saluran pencernaan sehingga menurunkan
konsentrasi prokarsinogen dan karsinogen dalam saluran pencernaan.
·
Membantu penderita lactose-intolerance
Lactose-intolerance
atau ketidakmampuan mencerna laktosa itu terjadi karena seseorang tidak dapat
memproduksi enzim beta-galaktosidase oleh sel epitel usus halus akibat kelainan
genetik. Jika orang itu mengkonsumsi susu, laktosa dalam usus halus tidak dapat
dicerna menjadi galaktosa dan glukosa sebelum diangkut ke dalam tubuh untuk
metabolisme lebih lanjut. Molekul laktosa yang tidak dapat diserap tubuh
kemudian masuk ke dalam usus besar dan dihidrolisis oleh bakteri yang memproduksi
beta-galaktosidase. Galaktosa dan glukosa yang terbentuk akan dimetabolisme
oleh bakteri homofermentatif dan heterofermentatif menghasilkan asam dan
sejumlah gas di dalam usus besar sehingga orang tersebut akan menderita diare,
kembung, dan sakit perut.
Produk fermentasi susu sangat baik bagi penderita lactose-intolerance karena sebagian besar laktosa sudah dipecah oleh bakteri asam laktat sehingga kandungan laktosanya rendah. Selain itu bibit (starter) kefir juga merupakan sumber enzim beta-galaktosidase untuk memecah laktosa dalam susu. (Penulis adalah guru besar madya pada Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB)
Produk fermentasi susu sangat baik bagi penderita lactose-intolerance karena sebagian besar laktosa sudah dipecah oleh bakteri asam laktat sehingga kandungan laktosanya rendah. Selain itu bibit (starter) kefir juga merupakan sumber enzim beta-galaktosidase untuk memecah laktosa dalam susu. (Penulis adalah guru besar madya pada Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB)
Komposisi kefir
Kadar asam laktat kefir berkisar
0,8-1,1%, alkohol 0,5-2,5%, sedikit gas karbondioksida, kelompok vitamin B
serta diasetil dan asetaldehid. Komposisi dan kadar nutrisi kefir adalah air
89,5%, lemak 1,5%, protein 3,5%, abu 0,6%, laktosa 4,5% dengan nilai pH 4,6.
Komponen dan komposisi ini bervariasi, bergantung pada jenis mikrobia starter,
suhu, lama fermentasi, serta bahan baku yang digunakan. Bahan baku susu yang
berkadar lemak tinggi menghasilkan kefir dengan kadar lemak yang tinggi,
dan sebaliknya penggunaan susu skim menghasilkan kefir dengan kadar lemak
yang rendah. Banyak sedikitnya asam laktat dan alcohol dalam kefir sangat
dipengaruhi oleh kadar laktosa bahan baku, jenis mikrobia starter, dan lama
fermentasi. Bahan
baku susu yang berkadar lemak tinggi menghasilkan kefir dengan kadar lemak
tinggi pula. Untuk lebih jelasnya kandungan gizi kefir dapat dilihat pada table
di bawah ini:
Komponen
|
Jumlah
|
Protein
Lemak
Laktosa
Karbohidrat (termasuk buah-buahan)
pH
Keasaman
Alkohol
|
4
– 6 %
0,1
– 10 %
2
– 3 %
5
– 25 %
3,5
– 4,6
0,5
– 1,6 %
0,5
– 2 %
|
Sumber: Farnworth
(2003)
Penggunaan kefir tidak terbatas hanya pada minuman kesehatan,
namun juga dapat dimanfaatkan untuk membuat sour cream, keju, sourdog
bread. Kefir juga dapat dimanfaatkan sebagai kultur dalam pembuatan sauerkraut,
pengasinan ikan (marinade fish) dan daging, minuman fermentasi bir jahe
dan lain-lain (Anfiteatro,1999). Melihat banyaknya manfaat yang ada pada kefir,
bisa diramalkan bahwa pada beberapa tahun ke depan kefir akan menyusul
popularitas yogurt. Seiring dengan kemajuan jaman, dan semakin pedulinya kita
pada kesehatan, kelak kefir dan yogurt akan dapat hidup berdampingan memberi
kontribusi bagi kesehatan manusia (Anonymous, 2002c).
Starter
kefir
Biji kefir berbentuk
seperti kembang kol, berwarna putih kekuningan dengan diameter tiap butirnya
2-15 mm dan bobot tiap butir hanya beberapa gram saja. Mikroba penyusun kefir adalah sebagai berikut:
1. Streptoccus
lactis
2. Streptoccus
cremoris
3. Lactobacillus
casei
4. Lactobacillus
acidophilus
5. Candida
kefir
6. Kluyveromyces fragilis
Butir kefir tersebut berwarna putih
kekuningan, tidak larut dalam air maupun beberapa pelarut lainnya serta sulit untuk
dihidrolisis oleh enzim. Bila butir kefir ini dimasukkan kedalam susu, maka
butir tersebut akan menyerap air sehingga mengembang dan warnanya berubah
menjadi putih.
Butir kefir dapat dipakai berulang kali, yaitu
dengan menyaring kefir yang sudah jadi. Butir kefir yang diperoleh dicuci dan
direndam dalam air dingin dan disimpan pada suhu 4oC. Penyimpanan dalam
bentuk kering dapat dilakukan dengan cara membungkus butir kefir yang telah
dicuci air dengan kain bersih selama 36-48 jam pada suhu kamar. Biji kefir
dalam bentuk kering ini jika disimpan pada suhu kamar 4oC tahan
12-18 bulan Sebanyak
50 g butiran kefir basah dapat tumbuh menjadi dua kali lipat dalam 7 – 10 hari
jika dipindahkan ke dalam 500 ml susu segar enam kali seminggu. Untuk
menumbuhkan bibit kefir dapat digunakan susu penuh, susu skim, atau whei susu
yang telah dinetralkan. Bakteri asam laktat dan khamir yang hidup bersimbiosis dan
tumbuh di dalam biji kefir berada dalam perbandingan yang seimbang. Bakteri
asam laktat yang berbentuk batang akan menempati lapisan perifer (luar) biji,
sedangkan ragi ada di dalam intinya. Butiran-butiran bibit kefir terdiri atas
mikroorganisme yang dikelilingi oleh matriks berbentuk lendir yang terdiri atas
gula polisakarida yang disebut kefiran (ini diproduksi oleh bakteri tertentu).
Bibit kefir juga terdiri atas campuran berbagai bakteri dan kamir (ragi),
masing-masing berperan dalam pembentukan cita rasa dan struktur kefir.
Biji kefir yang diinokulasikan ke dalam susu akan mengembang (diameternya membesar) dan warnanya menjadi kecoklatan karena diselubung partikel-partikel susu. Bibit kefir tidak dapat dikeringkan dengan pemanasan karena sebagian mikroorganisme di dalamnya akan mati. Bibit kefir masih aktif jika diawetkan dengan cara pengeringan beku (freeze drying). Tapi cara terbaik menyimpan bibit kefir adalah dengan memindahkan bibit kefir lama ke dalam susu yang dipasteurisasi secara berkala, diinkubasi semalam dan disimpan dalam lemari es bersuhu 4 – 7oC. Dalam kondisi seperti ini bibit kefir tetap aktif selama kurang lebih sebulan.
Biji kefir yang diinokulasikan ke dalam susu akan mengembang (diameternya membesar) dan warnanya menjadi kecoklatan karena diselubung partikel-partikel susu. Bibit kefir tidak dapat dikeringkan dengan pemanasan karena sebagian mikroorganisme di dalamnya akan mati. Bibit kefir masih aktif jika diawetkan dengan cara pengeringan beku (freeze drying). Tapi cara terbaik menyimpan bibit kefir adalah dengan memindahkan bibit kefir lama ke dalam susu yang dipasteurisasi secara berkala, diinkubasi semalam dan disimpan dalam lemari es bersuhu 4 – 7oC. Dalam kondisi seperti ini bibit kefir tetap aktif selama kurang lebih sebulan.
Setelah fermentasi
selesai, biji kefir dapat dipanen kembali dengan disaring dan dapat digunakan
kembali sebagai inokulum. kefir yang dihasilkan juga dapat dijadikan
sebagai bulk starter untuk membuat kefir berikutnya
dengan menambahkan 3-5% kefir ke dalam susu pasteurisasi. Aktivasi biji kefir
kering sebelum digunakan sebagai starter perlu dilakukan dengan cara merendam
biji kefir dalam susu steril selama beberapa jam dengankonsentrasi 10-12%
berat/volume pada suhu ruang sampai mengembang, dilakukan tiga kali seminggu.
Sampai saat ini, biji kefir masih sulit diperoleh di Indonesia karena jumlahnya
terbatas dan belum dipasarkan secara komersial. Kelangkaan ini merupakan
peluang bagi kita untuk dapat membuat starter berbentuk lain, seperti dalam
pembuatan yogurt dengan starter berbentuk cair.
Pembuatan kefir
Kefir dibuat melalui
fermentasi susu yang telah dipasteurisasi dan diinokulasi biji kefir selama
waktu tertentu. Bahan yang diperlukan dalam pembuatan kefir adalah susu
segar dan starter berupa butir-butir kefir dengan peralatan seperti panci
email, pengaduk, saringan plastik, dan kompor/pemanas.
Bahan:
-
Susu sapi/kambing/domba
-
butir kefir.
Alat:
-
Alat pemanas (kompor)
-
Kain saring
-
Botol
-
Lemari pendingin
Langkah pembuatan kefir adalah sebagai
berikut:
• Susu segar dengan total padatan 11-12%
dipasteurisasi, yaitu dipanaskan pada suhu 85-90oC selama 30 menit, kemudian
didinginkan sampai mencapai suhu kamar (Ä…28oC).
• Ke dalam susu pasteurisasi di-masukkan 3%
butir-butir kefir dan diaduk merata.
• Dibiarkan/diinkubasi selama 20-24 jam
(semalam) pada suhukamar (suhu 25 37oC) agar proses fermentasi berlangsung.
• Bila susu sudah menggumpal lalu disaring
dengan menggunakan saringan plastik untuk mendapatkan butir-butir kefir
kembali.
• kefir yang sudah disaring siap untuk
diminum dengan atau tanpa tambahan pemanis sesuai selera. Bila tidak langsung
dikonsumsi dapat dimatangkan (aging) dahulu selama 1-3 hari pada suhu
5-10oC. Penyimpanan dalam lemari pendingin akan memperpanjang masa simpan.
Selain pemanis, dapat pula ditambahkan flavor jika suka.
• Butir-butir kefir yang diperoleh dicuci
dengan air matang dingin untuk dipakai lagi pada waktu lain, demikian
seterusnya.
Secara sederhana, dapat dilihat pada gambar di
bawah ini:
For kefir making by means of Tibetan milk
mushroom we need (see Picture 1):
2.Menyiapkan botol yang bisa di tutup
3.Butiran kefir
5.Masukkan susu kedalam botol
6. Masukkan butiran kefir dengan hati-hati
7. Tutup botol yang berisi susu dan butiran kefir dengan rapat
8.
simpan di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung
Beberapa
produk yoghurt dapat dilihat pada gmambar di bawah ini:
Skema pembuatan kefir dapat dilihat pada
Gambar di bawah ini:
Susu segar
Atau 95oC (5
menit)
Didinginkan sampai 22oC
Butir kefir kefir
Inkubasi 23oC (20
jam)
Atau 10oC (2 hari)
Penyaringan
Filtrat
KEFIR
Pengenalan kefir
sebagai salah satu jenis susu fermentasi yang bermanfaat bagi kesehatan
diharapkan dapat menambah khasanah pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan
susu. Karena kefir memiliki karakter rasa yang eksotis, serasa ada yang
mendesis di rongga mulut sebagai paduan rasa asam, sedikit rasa alkohol dan
soda,
serta kombinasi gas karbon dioksida-alkohol
yang menghasilkan buih,maka kefir mempunyai peluang dikembangkan menjadi
hidangan minuman populer di kafe atau tempat kumpul kawula muda. Pada akhirnya,
kefir memang selayaknya dikonsumsi karena alasan kesehatan, sangat bermanfaat
bagi penderita lactose intolerant, juga dipercaya oleh sebagian
masyarakat dapat menyembuhkan beberapa penyakit metabolisme seperti diabetes,
darah tinggi, asma, jenis tumor tertentu, arteriosklerosis, dan
makanan sehat bagi anak-anak kecil.
SOURCES OF REAL KEFIR
GRAINS IN Queensland, Tasmania, South Australia & New Zealand
NAME
|
PHONE
|
TOWN
|
STATE
|
P/CODE
|
COUNTRY
|
EMAIL
|
COMMENTS
|
Dante
Strbac
|
Auckland
|
New
Zealand
|
dante@
actrix.co.nz
|
Kefir
grains milk and water $15.00
|
|||
Erica
Rose
|
Coromandel
Peninsula
|
New
Zealand
|
iamericarose@
yahoo.com
|
Kefir
grains Not until March
|
|||
Keith
Vincent
|
Hawke's
Bay
|
New
Zealand
|
keithv@
clear.net.nz
|
Kefir
grains
|
|||
Jasmina
|
Lower
Hutt
|
New
Zealand
|
pronetkiwi@
xtra.co.nz
|
Kefir
grains
|
|||
Deb
Gully
|
Wellington
|
New
Zealand
|
deb@
frot.co.nz
|
Kefir grains Kombucha
|
|||
Robyn
Worthy
|
Canberra
Queanbeyan |
ACT
|
Australia
|
sophia_the_wisewoman@
hotmail.com
|
Kefir
grains
|
||
Hazel
Harrison
|
Opawa
|
Christchurch
|
8002
|
New
Zealand
|
p&h.harrison@
xtra.co.nz
|
Kefir
grains
|
|
Rick
Simmons
|
(07)
4056-1620
|
Aloomba
|
Qld
|
4871
|
Australia
|
coralcst@
bigpond.com
|
Kefir
grains
|
Margaret
Moor
|
07
3289 7181
|
Highvale
|
Qld
|
4250
|
Australia
|
margiemoor@
telstra.com
|
Kefir
grains
|
Fabian
|
Howard
(Hervey Bay) |
Qld
|
4659
|
Australia
|
f.foale@
optusnet.com.au
|
Kefir
grains
|
|
Bridgette
Coghlan
|
07
3166 5301
|
Labrador
|
Qld
|
Australia
|
becoghlan@ yahoo.com.au
|
Kefir
grains
|
|
Mike
Buky
|
0403
151 947
|
Mooloolaba
|
Qld
|
Australia
|
$9 if collected, $19 by Express
Post (overnight)
|
Kefir
milk grains.
|
|
Kyle
Grimshaw-Jones
|
07
5533 2869
|
Oxenford
|
Qld
|
Australia
|
kyle@
conscioushealing.com.au
|
Kefir
grains
|
|
Wal
Rutherford
|
Townsville
|
Qld
|
Australia
|
walt@
dodo.com.au
|
Kombucha
|
||
Robert
Kong
|
Paralowie
|
SA
|
Australia
|
ryk5108@
gmail.com
|
Kefir
grains
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar