PENDAHULUAN
Pembangunan bidang
peternakan merupakan bagian dari pembangunan sektor pertanian yang
bertujuan untuk memenuhi kebutuhan non karbohidrat terutama protein dan mineral
penting lainnya, seiring dengan peningkatan jumlah penduduk, kebutuhan akan produk
peternakan menjadi sangat tinggi yang dikarenakan oleh peranannya sebagai
produk yang mengandung gizi penting bagi kehidupan.
Di Indonesia sendiri sapi perah masih sangat sedikit dan
sejauh ini produk susu yang dihasilkan belum pernah bisa mensuplai persediaan
susu untuk masyarakat di Negara sendiri, hal ini diakibatkan oleh belum
banyaknya peternakan besar yang mampu berproduksi susu sapi dalam jumlah yang
banyak, hal ini sesuai dengan pendapat Erwidodo, (1993) yang menyatakan bahwa
Peternakan sapi perah di Indonesia umumnya merupakan usaha keluarga di pedesaan
dalam skala kecil, sedangkan usaha dalam skala besar masih sangat terbatas dan
umumnya merupakan usaha sapi perah yang baru tumbuh.
Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) susu segar itu merupakan cairan
yang berasal dari ambing sapi sehat dan bersih yang diperoleh dari cara pemerahan
yang benar serta kandungan alaminya tidak dikurangi atau ditambah suatu apapun
dan belum mendapat perlakuan apa pun5. Kondisi peternakan
sapi perah di Indonesia saat ini adalah pertama; (a) skala usahanya kecil (2-5
ekor), (b) motif produknya adalah rumah tangga, (c) dilakukan sebagai usaha
sampingan tanpa terlalu memperhatikan laba rugi dan masih jauh dari teknologi
serta didukung oleh manajemen usaha dan permodalan yang masih lemah dan (d) kualitas
secara umum bervariasi dan bersifat padat karya. Kedua, secara 5 Irfan
Arief, 2008. Lebih Baik Mengkonsumsi Susu Segar. National Cardiovascular Center
Harapan Kita. www.pjnhk.go.id (09 Mei 2008)
Sapi perah merupakan komoditas yang masih sangat perlu
dikembangakan di atas kebutuhan masyarakat akan susu yang semakin meningkat.
Dalam makalah ini kelompok kami membahas ciri asal usul sapi dual purpose yang
terbagi atas sapi milking shorthorn, sapi devon, dan sapi redpoll.
Faktanya peternakan sapi
perah merupakan usaha yang menguntungkan dibandingkan dengan usaha ternak yang
lain. Beberapa keuntungan usaha ternak sapi perah menurut Sudono et
al., (2003) adalah :
a) Peternakan sapi perah
termasuk usaha yang tetap, karena fluktuasi harga, produksi dan konsumsi tidak
begitu tajam.
b) Sapi perah sangat
efisien dalam mengubah pakan menjadi protein hewani dan kalori.
c) Memiliki jaminan
pendapatan yang tetap.
d) Penggunaan tenaga
kerja yang tetap dan tidak musiman.
e) Pakan yang relatif
murah dan mudah didapat karena sapi perah dapat menggunakan berbagai jenis
hijauan yang tersedia atau sisa-sisa hasil pertanian.
f) Kesuburan tanah dapat
dipertahankan dengan memanfaatkan kotoran sapi perah sebagai pupuk kandang.
g) Pedet yang dihasilkan
jika jantan bisa dijual untuk sapi potong, sedangkan pedet betina bisa
dipelihara hingga dewasa dan menghasilkan susu.
TINJAUAN PUSTAKA
Usaha ternak sapi perah
merupakan usaha yang menguntungkan dibandingkan dengan usaha ternak yang lain.
Beberapa keuntungan usaha ternak sapi perah menurut Sudono et
al., (2003) adalah :
a) Peternakan sapi perah
termasuk usaha yang tetap, karena fluktuasi harga, produksi dan konsumsi tidak
begitu tajam.
b) Sapi perah sangat
efisien dalam mengubah pakan menjadi protein hewani dan kalori.
c) Memiliki jaminan
pendapatan yang tetap.
d) Penggunaan tenaga
kerja yang tetap dan tidak musiman.
e) Pakan yang relatif
murah dan mudah didapat karena sapi perah dapat menggunakan berbagai jenis
hijauan yang tersedia atau sisa-sisa hasil pertanian.
f) Kesuburan tanah dapat
dipertahankan dengan memanfaatkan kotoran sapi
perah sebagai pupuk
kandang.
g) Pedet yang dihasilkan
jika jantan bisa dijual untuk sapi potong, sedangkan pedet betina bisa
dipelihara hingga dewasa dan menghasilkan susu.
Peternakan sapi perah di
Indonesia umumnya merupakan usaha keluarga di pedesaan dalam skala kecil,
sedangkan usaha dalam skala besar masih sangat terbatas dan umumnya merupakan
usaha sapi perah yang baru tumbuh (Erwidodo, 1993).
Menurut Standar Nasional
Indonesia (SNI) susu segar itu merupakan cairan yang berasal dari ambing sapi
sehat dan bersih yang diperoleh dari cara pemerahan yang benar serta kandungan
alaminya tidak dikurangi atau ditambah suatu apapun dan belum mendapat
perlakuan apa pun5. Kondisi peternakan
sapi perah di Indonesia saat ini adalah pertama; (a) skala usahanya kecil (2-5
ekor), (b) motif produknya adalah rumah tangga, (c) dilakukan sebagai usaha
sampingan tanpa terlalu memperhatikan laba rugi dan masih jauh dari teknologi
serta didukung oleh manajemen usaha dan permodalan yang masih lemah.
MATERI DAN METODE
Materi
Makalah ini membahas ciri sapi secara umum dari sapi tipe dual
purpose yang terdiri dari sapi milking shorthorn, sapi devon , dan sapi
redpoll, materi makalah diperoleh dari internet dan buku lain yang berhubungan
dengan isi pokok bahasan yakni sapi tipe dual purpose.
Metode
Makalah disusun
berdasarkan sistematika yang ditentukan, isi sesuai dengan yang sumber yang
sebenarnya tanpa ada penggantian nama dan isi tulisan
HASIL DAN PEMBAHASAN
1.Sapi milking shorthorn
Ciri-ciri sapi shorthorn
adalah sebagai berikut;
·
Warna bervariasi dari hampir putih sampai merah semua, dan
ada yang bewarna campuran merah dan putih.
·
Bobot badan ideal jantan 955 kg, berat pada saat lahir 34 kg
·
Kadar lemak susunya 3,65%
·
Produksi susunya 5.126 kg per laktasi
Shorthorns masuk ke
Amerika Serikat pada tahun 1783, pada
awal masuknya Shorthorns ke Virginia. Sapi ini disebut peranakan 'Durhams',
menjadi favorit para penduduk, baik produksi susu dan dagingnya.
Shorthorns paling banyak
ditemukan di Kepulauan Inggris, Amerika dan Australia, baik merah, merah dan
putih, putih atau roan, kebanyakan warna sapi shorthorn sekarang ini adalah
campuran merah dan putih dan warna tersebut tidak ditemukan pada sapi jenis
lain
Asal, Sejarah dan
Perkembangan
Sapi shorthorn berasal
dari Laut Utara, di pantai timur sebelah utara Inggris, Eropa, dan berkembang
biak di sepanjang sungai Tees. Perkembangan sapi ini berawal dua ratus
tahun sebelum 1780 bertanduk pendek dan
dikembangkan di perkebunan Yorkshire Dukes dan Earls dari Northumberland.
Dan pada pertengahan 1600 sapi ini dikembangkan di Stanwick dan banyak
mengalami seleksi sampai produksinya sesuai dengan yang diharapkan petani
Shorthorn terbagi atas 3
nama yaitu Bates, Booth dan Cruickshank. Bates dan Booth adalah jenis yang
dikembangkan di inggris dan disebut shorthorn inggris. Sedangkan Cruickshank
adalah jenis yang dikembangkan di Skotlandia dan disebut dengan Shorthorns
Skotlandia. Jenis Bates dari Shorthorns terkenal dengan kualitas susu yang
baik. Sedangkan jenis Cruickshank terkenal dengan kualitas dagingnya yang
bagus.Sebagian besar impor awal Shorthorns ke Amerika berasal dari Inggris dan
termasuk jenis Bates dan Booth kualitas perahnya sangat baik.
Masuknya Shorthorns USA
pada tahun 1783
Sapi shorthorn dibawa
dari Inggris oleh Mr Gough Maryland dan rekannya Miller dari Virginia.
Karena kualitas perahan yang sangat bagus maka susu perahan shorthorn
dipamerkan di Chicago pada tahun 1893 Karena
hasil perahan yang baik peternak di Amerika Serikat memiliki banyak
kesempatan untuk memperbaiki genetika hewan mereka dengan berpartisipasi dalam
pengujian produksi penilaian sifat jenis, kinerja laba. Peternak menggunakan
semen dari lembu yang keberhasilan perkembangbiakannya sangat baik.
2. sapi devon
Cirri-ciri
sapi devon;
·
Ukuran
relative besar
·
Warna tubuh
merah
·
Tanduk
panjang dan melengkungBerasal dari inggris dan pada tahun 1623sapi ini masuk ke
Plymouth Colony.
Sapi yang
berasal dari Devonshire Inggris ini telah lama diakui sebagai sapi yang sangat
kuat sebagai pekerja dan terkenal dengan daya adaptasi yang sangat baik. Dan
beberapa tahun kemudian, ternak ini dikembangkan menjadi sapi yang serbaguna
dan ideal, sangat baik digunakan sebagai pekerja, mempunyai produksi susu yang
tinggi, dan karkas yang dihasilkan tergolong karkas yang berkualitas. Tetapi
akhir-akhir ini keberadaan sapi devon sebagai sapi perah mulai tergeser sebagai
sapi perah dengan adanya sapi yang memang genetiknya sudah sebagai sapi perah
yang kualitas perahnya tinggi seperti Holstein
dan Jersey, dan sapi devon kalah dari segi kuantitas susu yang dihasilkan.
Sehingga Pada tahun 1952 komunitas pengembang sapi devon memutuskan
menggunakan sapi devon sebagai sapi potong untuk mempertahankan keberadaannya.
Namun ada juga beberapa komunitas yang tetap
mempertahankan tripelfungsi dari sapi devon ini sehingga pada tahun 1978 sapi
devon ini digunakan sebagai bahan penelitian atas tripelfungsinya dalam
mengembangkan jenis-jenis sapi lainnya.
Sapi perah devon triple-tujuan berkembang biak
dan beradaptasi sangat baik pada daerah
yang sangat kritis sekalipun, pada daerah yang hijauannya sedikit dan beriklim
tidak bagus, sapi ini dapat bertahan
hidup dengan sangat baik dan sangat sehat.Sapi devon berwarna merah, tapi
ambingnya berwarna putih, dan warna belang putih merah pada ekor atau skrotum.
memiliki tanduk melengkung berukuran sedang yang berwarna terang dengan ujung
gelap.Pemilihan untuk daging atau susu dalam jenis ini tidak pernah menjadi
prioritas utama.
Devon berbentuk bulat dan kompak, dan apabila
ditangani dengan baik akan memiliki temperamen jinak. Sapi ini sangat memberi
kontribusi bagi para petani dengan tripelfungsinya yang sangat baik. Devons
sangat dihargai dalam koloni-koloni Amerika, karena kekuatannya yang besar,
kecerdasan, kecepatan cepat dan daya tahan.
Pada masa sekarang Devons masih dicari untuk
digunakan sebagai lembu. Karena Sifat-sifatnya
sangat berharga. Pada 1858, William Youatt menyatakan bahwa "Devon sangat
layak dikembangkan karena hamper mencapai kesempurnaan dalam produksinya.
3. sapi redpoll
Cirri-ciri sapi redpoll;
·
Warna kulit merah
·
Ukuran besar
·
Tubuh kokoh dan kompak
·
Diutamakan sebagai pedaging.
·
Tidak mempunyai tanduk
Sapi redpoll berasal
dari inggris dan dikembangkan sebagai sapi dual purpose. Peternak jenis ini
sangat mudah digemukkan dan memiliki kualitas perahan yang baik.
Di tempat asalnya sapi
ini tidak di khususkan sebagai sapi perah melainkan di utamakan sebagai sapi
potong.
Sapi redpoll Di Amerika
GP Taber dari New York
State mulai mengimpor sapi Merah pada tahun 1873. Pada awalnya hanya 3, tapi
dua tahun kemudian, ia impor empat sapi lebih; pada tahun 1882 membawa lebih
dari tiga lembu. Pengembangan sapi ini dilakukan di Amerika Serikat dan sapi
nya didatangkan dari Inggris lalu mengalami penyebaran ke Kanada
KESIMPULAN
Sapi shorthorn berasal
dari inggris, warna bervariasi dari putih sampai hitam Bobot badan ideal jantan 955 kg,
berat pada saat lahir 34 kg,Kadar lemak susunya 3,65% dan Produksi susunya
5.126 kg per laktasi. Sapi devon berasal dari inggris dan keberadaannya sebagai
sapi perah tidak terlalu di prioritaskan karena kekuatannya sebagai pekerja.
Sapi redpoll berasal dari inggris dan tidak diprioritaskan sebagai sapi perah
melainkan diutamakan sebagai sapi potong.
DAFTAR PUSTAKA
Daryanto, A. 2007. Kondisi Permasalahan dan Arah Kebijakan
Persusuan
Indonesia. www. google.com.
Seminar. Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian. Bogor.
Firdaus, M. 2004. Ekonometrika Suatu Pendekatan Aplikatif. Bumi
Aksara.
Jakarta.
Fitriani, A. 2001 Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
Pendapatan
Ginanjar, G. 2004. Peran Koperasi Terhadap Masyarakat Sekitar
Hutan (Studi
Ridwan, W.A. 2006. Pengembangan Agribisnis Peternakan Sapi Perah
Pendapatan Anggota Peternak Sapi Perah. Skripsi. Jurusan Ilmu-ilmu
Sosial Ekonomi Pertanian. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian
Bogor.
Briggs, HM & Briggs DM. Modern Breeds Ternak. Edisi
Keempat. Macmillan Publishing Co 1980
Asosiasi Amerika pemerahan Devon . 135 Old Bay Road,
New Durham, NH 03855:. Phone 603-859-6611 Email: mdevons@worldpath.net
Tidak ada komentar:
Posting Komentar