Translate To

Kamis, 11 April 2013

Sistem Organ Reproduksi Jantan Ruminansia dan Unggas


PENDAHULUAN
Latar Belakang
                 Mamalia memiliki alat reproduksi yang lengkap dan sempurna. Pada mamalia jantan alat reproduksinya meliputi gonad (testis) dan saluran reproduksi yang meliputi duktus genitalis, kelenjar-kelenjar tambahan dan penis. Testis merupakan kelenjar tubuler kompleks yang mempunyai dua fungsi yaitu fungsi reproduksi dan fungsi hormonal. Testis dikelilingi oleh kapula jaringan penyambung kolagen, tunika albugenia. Tunika albugenia mempunyai penebalan pada bagian posterior, mediastinum testis, dimana septa fibrosa menonjol ke dalam kelenjar, membagi kelenjar menjadi 250 ruang-ruang pyramidal yang dinamakan lobulus testis. Sistem reproduksi betina terdiri atas sepasang ovarium dan saluran reproduksi betina, serta serviks.  Pada  mamalia dilengkapi organ kelamin luar (vulva) dan kelenjar, Reproduksi merupakan proses  dimana suatu individu menghasilkan individu baru,melalui genetic atau keturunan dan hal ini berguna untuk melangsungkan kehidupanspesies. Semua mamalia bereproduksi secara seksual yaitu fertilisasi internal. (Lytle andjohn.2000) Terdapat  dua  modus  utama  reproduksi  hewan.  Reproduksi  aseksual  adalahpenciptaan individu baru yang semua gennya berasal dari satu induk tanpa peleburantelur dan sperma. Pada sebagian besar kasus, reproduksi aseksual secara keseluruhanmengandalkan pembelahan sel secara mitosis. Reproduksi seksual adalah penciptaanketurunan melalui peleburan gamet haploid untuk membentuk gamet yang diploid.Gamet dibentuk melalui meiosis. (Campbell.2004).

Tujuan dan Manfaat
                 Tujuan dari pelaksanaan praktikum ini adalah mahasiswa dapat mengenali dan mengetahui system organ reproduksi ruminansia betina dan ayam betina.

MATERI DAN METODA
Waktu dan Tempat
            Praktikum ini dilaksanakan di Gedung C laboratorium Fisiologi Ternak, Fakultas Peternakan Universitas Jambi, pada hari selasa, tanggal 26 April 2011 dan dimulai pukul 10.00 WIB s.d selesai

Materi
            Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah saluran reproduksi jantan ternak kambing betina, saluran reproduksi ternak unggas betina, cutter, dan plastic terpal.

Metode
            Cara kerja yang dilaksanakan dalam praktikum ini adalah dengan mengamati saluran reproduksi ternak kambing betina dan unggas betina sesuai dengan salurannya, yakni yang dimulai dari ovarium sampai ke vulva, kemudian dilakukan pengukuran masing-masing organ dan menuliskan hasilnya dalam bentuk laporan.


HASIL DAN PEMBAHASAN
Anatomi saluran reproduksi kambing betina
     Kambing lokal (Capra aegagrus hircus) adalah sub species dari kambing liar yang tersebar di Asia Barat Daya dan Eropa. Kambing merupakan suatu jenis binatangmemamah biak yang berukuran sedang. Kambing liar jantan dan kambing liar betinamemiliki perbedaan fisik yang tampak. Umumnya kambing memiliki jenggot, dahicembung, ekor agak ke atas, dan kebanyakan berbulu kurus dan keras.Panjang tubuhkambing liar, tidak termasuk ekor adalah 1.3 meter – 1.4 meter, sedangkan ekornya 12cm – 15 cm. Bobot yang betina 50 kg – 55 kg, sedangkan jantan dapat mencapai 120kg Pada sebagian besar spesies mamalia organ reproduksi eksternal jantan adalahskrotum dan penis. Organ reproduksi internal terdiri atas gonad yang menghasilakangamet dan hormon, kelenjar aksesoris yang mengsekresikan produk yang esensial bagi pergerakan sperma, dan sekumpulan duktus yang membawa sperma dan sekresigrandula. Struktur reproduksi eksternal  pada betina adalah klitoris dan dua pasanglabia yang mengelilingi klitoris dan lubang vagina. Organ reproduksi internal terdiridari sepasang gonad dan sebuah sistem yang terdiri dari duktus dan ruangan untuk menghantarkan gamet dan menampung embrio dan fetus. (Campbell.2004).Testis terletak diantara dua kantong seretal dan di bawah rongga fortuneal (abdominal)yang merupakan awal dari pertumbuhan. Pada mamalia jantan testis berkembang dariperitoneal  menembus  saluran  inguinal  masuk  ke  kantung  skroatal.  Epididimisberkumpul membelit tubulus sepanjang satu bagian pada masing-masing testis yangberhubungan dengan vas deferens. Dan penis terletak hanya di bawah kulit posterior menuju ke tali umbilicus. (Lytle and John.2005)Sistem reproduksi pada hewan betina terdiri atas ovarium dan sistem duktus. Sistem tersebut tidak hanya menerima telur- telur yang diovulasikan oleh ovarium dan membawa telur-telur ke tempat implantasi yaitu uterus,tetapi juga menerima sperma dan membawanya ke tempat fertilisasi yaitu oviduk. Sistem reproduksi betina terdapat sepasang ovarium. Ovarium tersebut terletak dekat ginjal, yaitu tempat ovarium pertama kali mengalami diferensiasi. Ukuran ovarium sangat tergantung pada umur dan status reproduksi betina.
Perbandingan antara gambar hasil pemotretan dengan hasil gambar mekanik melalui pengamatan hewan tersebut diamati dan digambar
Keterangan :
  1. Ovarium
  2. Oviduct
  3. Horn Uterus
  4. Uterus
  5. Kandung Kemih
  6. Serviks
  7. Vagina
  8. Anus
 
kambing2
 

                                                                                   






Gambar 3.1.1 Sistem reproduksi kambing betina


Anatomi saluran reproduksi Ayam betina
            Organ betina menempel pada permukaan dorsal pada masing-masing ovarium adalah sebuah bagian yang rumit, yaitu tuba falopi yang terletak di rongga cilia,disebut infudibulum dan berakhir di masing-masing tuba falopi. Pada bagian awal danakhir pada tuba falopi disebut abdominal ostium. Bagan  pada falopi yaitu usus, perut, pankreas dan limpa kecil. Dari hati, darah didorong menuju pembuluh darah paru-paruke vena cava dan kembali ke hati. (Lytle and John.2005)
http://pertanian.uns.ac.id/~adimagna/ReproduksiBetina.jpg

Ovarium
Ovarium pada unggas dinamakan juga folikel. Bentuk ovarium seperti buah anggur dan terletak pada rongga perut berdekatan dengan ginjal kiri dan bergantung pada ligamentum meso-ovarium. Besar ovarium pada saat ayam menetas 0,3 g kemudian mencapai panjang 1,5 cm pada ayam betina umur 12 minggu dan mempunyai berat 60 g pada tiga minggu sebelum dewasa kelamin.
Ovarium terbagi dalam dua bagian, yaitu cortex pada bagian luar dan medulla pada bagian dalam. Cortex mengandung folikel dan pada folikel terdapat sel-sel telur. Jumlah sel telur dapat mencapai lebih dari 12.000 buah. Namun, sel telur yang mampu masak hanya beberapa buah saja (pada ayam dara dapat mencapai jutaan buah).
http://pertanian.uns.ac.id/~adimagna/Ovarium.jpg

Folikel akan masak pada 9-10 hari sebelum ovulasi. Karena pengaruh karotenoid pakan ataupun karotenoid yang tersimpan di tubuh ayam yang tidak homogen maka penimbunan materi penyusun folikel menjadikan lapisan konsentris tidak seragam. Proses pembentukan ovum dinamakan vitelogeni (vitelogenesis), yang merupakan sintesis asam lemak di hati yang dikontrol oleh hormon estrogen, kemudian oleh darah diakumulasikan di ovarium sebagai volikel atau ovum yang dinamakan yolk(kuning telur).
Dikenal tiga fase perkembangan yolk, yaitu fase cepat antara 4-7 hari sebelum ovulasi dan fase lambat pada 10-8 hari sebelum ovulasi, serta pada 1-2 hari sebelum ovulasi. Akibat perkembangan cepat tersebut maka akan terbentuk gambaran konsentris pada kuning telur. Hal ini disebabkan oleh perbedaan kadar xantofil dan karotenoid pada pakan yang dibelah oleh latebra yang menghubungkan antara inti yolk dan diskus germinalis.
Folikel dikelilingi oleh pembuluh darah, kecuali pada bagian stigma. Apabila ovum masak, stigma akan robek sehingga terjadi ovulasi. Robeknya stigma ini dikontrol oleh hormon LH. Melalui pembuluh darah ini, ovarium mendapat suplai makanan dari aorta dorsalis. Material kimiawi yang diangkut melalui sistem vaskularisasi ke dalam ovarium harus melalui beberapa lapisan, antara lain theca layer yang merupakan lapisan terluar yang bersifat permeabel sehingga memungkinkan cairan plasma dalam menembus ke jaringan di sekelilingnya. Lapisan kedua berupa lamina basalis yang berfungsi sebagai filter untuk menyaring komponen cairan plasma yang lebih besar. Lapisan ketiga sebelum sampai pada oocyte adalah lapisan perivitellin yang berupa material protein bersifat fibrous (berongga).
Dalam membran plasma, oocyte (calon folikel) berikatan dengan sejumlah reseptor yang akan membentuk endocitic sehingga terbentuklah material penyusun kuning telur. Sehingga besar penyusutan kuning telur adalah material granuler berupa high density lipoprotein (HDL) dan lipovitelin. Senyawa ini dengan ion kuat dan pH tinggi akan membentuk kompleks fosfoprotein, fosvitin, ion kalsium, dan ion besi. Senyawa-senyawa ini membentuk vitelogenin, yaitu prekursor protein yang disintesis di dalam hati sebagai respon terhadap estradiol.
Komponen vitelogenin lebih mudah larut dalam darah dalam bentuk kompleks lipida kalsium dan besi. Oleh adanya reseptor pada oocyte, akan terbentuk material kuning telur. proses pembentukan vitelogenin ini dinamakan vitelogenesis.
Penyusun utama kuning telur adalah air, lipoprotein, protein, mineral, dan pigmen. Protein kuning telur diklasifikasikan menjadi dua kategori:
1.    Livetin, yakni protein plasmatik yang terakumulasi pada kuning telur dan disintesis di hati hampir 60% dari total kuning telur.
2.    Phosvitin dan lipoprptein yang terdiri dari high density lipoprotein (HDL) dan low density lipoprotein (LDL) yang disebut pula dengan granuler dan keduanya disintesis dalam hati. Pada ayam dewasa bertelur setiap hari disintesis 2,5 g protein/hari melalui hati. Sintesis ini dikontrol oleh hormon estrogen. Hasil sintesis bersama-sama dengan ion kalsium, besi dan zinc membentuk molekul kompleks yang mudah larut kemudian masuk ke dalam kuning telur.
Urutan perjalanan terbentuknya sebutir telur pada saluran reproduksi ayam betina adalah sebagai berikut:
a. Infundibulum/papilon : panjang 9 cm fungsi untuk menangkap ovum yang masak. Bagian ini sangat tipis dan mensekresikan sumber protein yang mengelilingi membran vitelina. Kuning telur berada di bagian ini berkisar 15-30 menit. Pembatasan antara infundibulum dan magnum dinamakan sarang spermatozoa sebelum terjadi pembuahan.

b. Magnum : bagian yang terpanjang dari oviduk (33cm). Magnum tersusun dari glandula tubiler yang sangat sensibel. Sintesis dan sekresi putih telur terjadi disini. Mukosa dan magnum tersusun dari sel gobelet. Sel gobelet mensekresikan putih telur kental dan cair. Kuning telur berada di magnum untuk dibungkus dengan putih telur selama 3,5 jam.

c.Isthmus: mensekresikan membran atau selaput telur. Panjang saluran isthmus adalah 10 cm dan telur berada di sini berkisar 1 jam 15 menit sampai 1,5 jam. Isthmus bagian depan yang berdekatan dengan magnum berwarna putih, sedangkan 4 cm terakhir dari isthmus mengandung banyak pembuluh darah sehingga memberikan warna merah.

d. Uterus : disebut juga glandula kerabang telur, panjangnya 10 cm. Pada bagian ini terjadi dua fenomena, yaitu dehidrasi putih telur atau /plumping/ kemudian terbentuk kerabang (cangkang) telur. Warna kerabang telur yang terdiri atas sel phorphirin akan terbentuk di bagian ini pada akhir mineralisasi kerabang telur. Lama mineralisasi antara 20 – 21 jam.

e. Vagina: bagian ini hampir tidak ada sekresi di dalam pembentukan telur, kecuali pembentukan kutikula. Telur melewati vagina dengan cepat, yaitu sekitar tiga menit, kemudian dikeluarkan (/oviposition/) dan 30 menit setelah peneluran akan kembali terjadi ovulasi.

f. Kloaka: merupakan bagian paling ujung luar dari induk tempat dikeluarkannya telur. Total waktu untuk pembentukan sebutir telur adalah 25-26 jam. Ini salah satu penyebab mengapa ayam tidak mampu bertelur lebih dari satu butir/hari. Di samping itu, saluran reproduksi ayam betina bersifat tunggal. Artinya, hanya oviduk bagian kiri yang mampu berkembang. Padahal, ketika ada benda asing seperti /yolk/ (kuning telur) dan segumpal darah, ovulasi tidak dapat terjadi. Proses pengeluaran telur diatur oleh hormon oksitosin dari pituitaria bagian belakang.



KESIMPULAN
Kesimpulan
Dari praktikum yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa saluran reproduksi ruminansia betina terdiri dari ovarium, oviduct, cornua uteri, uterus, serviks, vagina dan vulva. Sedangkan saluran reproduksi unggas betina terdiri dari ovarium, infundibulum, magnum, isthmus, uterus, dan vagina.

Saran
Praktikan menyarankan pada setiap praktikan yang ikut serta dalam pelaksanaan praktikum ini ada baiknya mempersiapkan diri terlebih dahulu supaya pelaksanaan praktikum lebih kondusif dan memperoleh hasil praktikum yang lebih akurat dan tepat.


DAFTAR PUSTAKA
Anonymous.2008.http://kambingIndonesia.blogspot.com/2008/11/sejarah kambing-kambing-lokal-capra.html. Diakses 02 April 2011

A, Neil Campbell, dkk.2004. BIOLOGI .Jakarta: Erlangga. Kaufman,  M.H. dan  Bard  J.B.L.2000.

General Zoology 13 th. Edition.Mc Graw HillCompanies.AmerikaLytle, F Charles dan Mejer R. John. 2005.

General Zoology 14 th Edition. Mc Graw HillCompanies. Amerika

Junquera.L.Calos,dkk.Basic Histology.1975.Appleton and Lange:USA
Nalbandov, A.V.Fisiologi Reproduksi pada Mamalia dan Unggas Edisi Ketiga.1990.universitas indonesia:Jakarta
System reproduksi. http://geoweek.wordpress.com/2009/06/11/sistem-reproduksi/ diakses 11 Oktober 2009









Tidak ada komentar: