PENDAHULUAN
Latar
Belakang
Testis terdiri dari
kelenjar-kelenjar yang berbentuk tubulus, dibungkus oleh selaput tebal yang
disebut tunika albugenia. Pada sudut posterior organ ini terbungkus oleh
selaput atau kapsula yang disebut mediastinum testis. Septula testis merupakan
selaput tipis yang meluas mengelilingi mediastinum sampai ke tunika albugenia
dan membagi testis menjadi 250-270 bagian berbentuk piramid yang disebut lobuli
testis. Isi dari lobulus adalah tubulus seminiferus, yang merupakan tabung
kecil panjang dan berkelok-kelok memenuhi seluruh kerucut lobulus. Muara
tubulus seminiferus terdapat pada ujung medial dari kerucut. Pada ujung apikal
dari tiap-tiap lobulus akan terjadi penyempitan lumen dan akan membentuk segmen
pendek pertama dari sistem saluran kelamin yang selanjutnya akan masuk ke rete
testis.
Dinding tubulus seminiferus terdiri
dari tiga lapisan dari luar ke dalam yaitu tunika propria, lamina basalis dan
lapisan epitelium. Tunika propria terdiri atas beberapa lapisan fibroblas, yang
berfungsi sebagai alat transportasi sel spermatozoa dari tubulus seminiferus ke
epididimis dengan jalan kontraksi. Lapisan epitel pada tubulus seminiferus
terdiri dari dua jenis sel yaitu sel-sel penyokong yang disebut sebagai sel
sertoli dan sel-sel spermatogonium. Sel-sel spermatogonium merupakan sel benih
sejati, karena sel-sel inilah dihasilkan spermatozoa melalui pembelahan sel.
Sel-sel spermatogonium tersusun dalam 4-8 lapisan yang menempati ruang antara
membrana basalis dan lumen tubulus.
Sel sertoli berbentuk panjang,
berdasar luas, melekat pada membrana basalis, berfungsi merawat sel spermatozoa
yang baru saja terbentuk, menghasilkan semacam hormon (inhibin), menghasilkan
protein pembawa hormon jantan (ABP = Androgen Binding Protein) dan menghasilkan
cairan testis. Diantara lobuli pada testis didapatkan sel-sel yang berbentuk
poliglonal disebut sebagai sel interstitiil atau sel leydig yang merupakan
sistem endokrin testisTestes
sebagai organ kelamin primer mempunyai dua fungsi yaitu 1) mengahasilkan
spermatozoa atau sel-sel kelamin jantan, dan 2) mensekresikan hormon kelamin
jantan, testosteron. Spermatozoa dihasilkan dalam tubuli seminiferi atas
pengaruh FSH (Follicle Stimulating Hormone), sedangkan testosteron diproduksi
oleh sel-sel intertitial dari Leydig atas pengaruh ICSH (Intertitial Cell
Stimulating Hormone) (Toelihere, 1979).
Tujuan
dan Manfaat
Tujuan
dari pelaksanaan praktikum ini adalah mahasiswa dapat mengenali dan mengetahui
histology ovarium dan testis dan memahami proses ataupun jalannya pembentukan
sel kelamin jantan dan betina.
MATERI DAN METODA
Waktu
dan Tempat
Praktikum
ini dilaksanakan di Gedung C laboratorium Fisiologi Ternak, Fakultas Peternakan
Universitas Jambi, pada hari selasa, 17 Mei 2011 dan dimulai pukul 10.00 WIB s.d
selesai
Materi
Alat dan bahan yang digunakan dalam
praktikum ini adalah preparat histology ovarium dan testis, mikroskop, objek
gelas, dan cover gelas.
Metode
Cara
kerja yang dilaksanakan dalam praktikum ini adalah dengan mengamati preparat
histology testis dan ovarium, mengamati jalan pembentukan sel kelamin jantan
(spermatozoa) dan sel kelamin betina (ovum),
serta menggambarkan hasil yang diperoleh dalam laporan praktikum.
HASIL
DAN PEMBAHASAN
Histologi
ovarium
Vertebrata umumnya mempunyai sepasang
indung telur (ovarium) yang terletak didorsal rongga badan, kecuali spesies
burung hanya mempunyai satu ovarium.Ovarium pada hewan betina merupakan gudang
dan tempat produksi oosit. Setiap ovarium mengandung oosit dalam jumlah yang
sangat banyak, tetapi hanya sedikit sekali dari I jumlah oosit tersebut yang
dimatangkan dan diovulasikan selama masa subur atau pada masa reproduktif.
Ovarium berbentuk oval dengan panjang 3 - 4 cm. Ovarium berada di dalam rongga
badan, di daerah pinggang. Umumnya setiap ovarium menghasilkan ovum setiap 28
hari. Ovum yang dihasilkan ovarium akan bergerak ke saluran reproduksi. Fungsi
ovarium yakni menghasilkan ovum (sel telur) serta hormon estrogen dan
progesteron.
Ovarium mamalia berbentuk pipih
bila dalam keadaan istirahat, sedang dalam masa reproduksi berbentuk bulat
panjang dan pada permukaan tampak seperti bisul-bisul, itulah folikel yang masak. Fase folikel ialah
masa pertumbuhan folikel sejak dari primer, sekunder, tertier, sampai folikel
De Graf. Sel telur yang masih muda dikelilingi oleh 1 lapis sel folikel yang
disebut folikel primer. Lapisan sel
itu bertambah banyak maka disebut folikel
sekunder. Akhirnya folikel tertier
yang sudah mempunyai rongga antara sel-sel folikel. Folikel De Graf sudah
berbentuk ketika anak umur 7 tahun, tetapi baru matang dan melakukan ovulasi
setelah akil balig pada umur 12-13 tahun. Pertumbuhan folikel dirangsan oleh FSH dan LH dari
hipofosa.
Organ
reproduksi luar terdiri dari:Vagina merupakan saluran yang menghubungkan organ
uterusdengan tubuh bagian luar. Berfungsi sebagai organ kopulasi dan saluran
persalinan?keluarnya bayi. Sehingga sering disebut dengan liang peranakan. Di
dalam vagina ditemukan selaput dara.Vulva merupakan suatu celah yang terdapat
dibagian luar dan terbagi menjadi 2 bagian yaitu :Labium mayor merupakan
sepasang bibir besar yang terletak dibagian luas dan membatasi vulva. Labium
minor merupakan sepasang bibir kecil yang terletak d bagian dalam dan membatasi
vulva
Organ
reproduksi dalam terdiri dari : Ovarium merupakan organ utama pada wanita.
Berjumlah sepasang dan terletak di dalam tongga perut pada daerah pinggang
sebelah kiri dan kanan. Berfungsi untuk menghasilkan sel ovum dan hormone
wanita seperti : Estrogen yang berfungsi untuk mempertahankan sifat
sekunder pada wanita, serta juga membantu dalam prosers pematangan sel
ovum.Progesterone yang berfungsi dalam memelihata masa kehamilan.
Fimbriae merupakan serabut/silia lembut yang terdapat di bagian pangkal ovarium berdekatan dengan ujung saluran oviduct. Berfungsi untuk menangkap sel ovum yang telah matang yang dikelurakan oleh ovarium.
Fimbriae merupakan serabut/silia lembut yang terdapat di bagian pangkal ovarium berdekatan dengan ujung saluran oviduct. Berfungsi untuk menangkap sel ovum yang telah matang yang dikelurakan oleh ovarium.
Infundibulum
merupakan bagian ujung oviduct yang berbentuk corong/membesar dan berdekatan
dengan fimbriae. Berfungsi menampung sel ovum yang telah ditangkap oleh
fimbriae. Tuba fallopi merupakan saluran memanjang setelah infundibulum yang
bertugas sebagai tempat fertilisasi dan jalan bagi sel ovum menuju uterus
dengan abantuan silia pada dindingnya.
Oviduct
merupakan saluran panjang kelanjutandari tuba fallopi. Berfungsi sebagai tempat
fertilisasi dan jalan bagi sel ovum menuju uterus denga bantuana silia pada
dindingnya. Uterus merupakan organ yang berongga dan berotot. Berbentuk sperti
buah pir dengan bagian bawah yang mengecil. Berfungsi sebagai tempat
pertumbuhan embrio. Tipe uterus pada manusia adalah simpleks yaitu dengan satu
ruangan yang hanya untuk satu janin. Uterus mempunyai 3 macam lapisan dinding
yaitu :Perimetrium yaitu lapisanyang terluar yang berfungsi sebagai pelindung
uterus. Miometrium yaitu lapisan yang kaya akan sel otot dan berfungsi untuk
kontraksi dan relaksasi uterus dengan melebar dan kembali ke bentuk semula
setiap bulannya. Endometrium merupakan lapisan terdalam yang kaya akan sel
darah merah. Bila tidak terjadi pembuahan maka dinding endometrium inilah yang
akan meluruh bersamaan dengan sel ovum matang. Cervix merupakan bagian dasar
dari uterus yang bentuknya menyempit sehingga disebut juga sebagai leher rahim.
Menghubungkan uterus dengan saluran vagina dan sebagai jalan keluarnya janin
dari uterus menuju saluran vagina.
Saluran
vagina merupakan saluran lanjutan dari cervic dan sampai pada
vagina. Klitoris merupakan tonjolan kecil yangt erletak di depan vulva.
Ovarium
Ovarium
Gambar histologi Ovarium
Indung telur ovarium berjumlah
sepasang, kiri dan kanan, bentuknya lonjong agak gepeng. Berada dalam rongga
peritoneum, menggantung pada ligament besar oleh selaput peritoneum sendiri,
disebut mesovarium. Menggantung pula pada uterus oleh ligamen ovarium. Lapisan
terluar ovarium terdiri dari epitel germinal, selapis sel bentuk kubus yang
berasal dari selaput peritoneum. Ovarium terdiri dari dua bagian, yaitu korteks
dan medulla. Korteks adalah bagian kulit ovarium, di bawah epitel germinal.
Terdiri dari jaringan ikat interstisial, yang disebut stroma. Diantara stroma
terdapat banyak folikel . Folikel mengandung sel telur (oosit) dalam berbagai
tingkat pertumbuhan. Setiap oosit diselaputi oleh sel folikel. Berbatasan
dengan epitel germ inal, stroma memadat membentuk lapisan, disebut tunca
albuginea. Stroma banyak mengandung serat retikuler dan sel bentuk gelendong
mirip fibroblast (Cormack, 1994).
Medulla adalah bagian sumsum
ovarium. Batas korteks dan medulla tidak tampak. Medulla terdiri atas jaringan
ikat. Bagian ini banyak mengandung pembuluh darah, sehinga sumsum disebut juga
zona vasculosa (Marieb, 2004).Dalam srtoma terdapat banyak folikel. Flikel
sudah terbentu pada masa embrio, dan waktu wanita akil baligh jumlah folikel
dalam sebelah ovarium sejumlah 20.000 butir. Ketika usia lanjut, folikelnya
kian susut dan menagalami degenerasi yang disebut atresia. Ketika atresia,
mitosis folikel terhenti, dan sel-sel lepas dari susunannya menyelaputi oosit.
Oosit sendiri jadi mati dan autolysis. Tempat folikel yang atresia itu diisi
oleh jaringan stroma (Kerr, 1998).
Sekitar 0.25% saja folikel yang
mengalami pertumbuhan sesuai dengan oosit yang dikandung. Terdapat tiga tahap
pertumbuhan folikel yaitu (Yatim, 1990):
1.Folikel primordial
Terdiri dari satu oosit primer yang
diselaputi oleh selapis sel folikel yang gepeng. Oosit I tumbuh dari mitosis
oogonium, disusul dengan meiosis I sampai tingkat profase saja. Kemudian
berhenti kemudian folikel itu menjadi dormant. Folikel tersebut akan tumbuha
jika wanita telah dewasa.
2.Folikel tumbuh
Folikel primordial yang tumbuh
menjadi folikel matang, kemudian terjadi ovulasi. Pertumbuhan itu terdapat tiga
tahap, sehingga folikel tumbuh dibagi menjadi folikel primer, folikel sekunder
dan folikel tertier.
3.Folikel Graaf
Folikel Graaf disebut juga folikel
matang. Oosit dengan selaput sel folikel yang terdiri dari beberapa lapis yang
berada dalam cumulus oophorus, satu tonjolan stratum granulosum ke antrum.
Antrum kini menjadi satu dan lebih luas daripada folikel tertier. Rongganya
berisi cairan yang disebut liquor folliculi. Lapisan sel folkel yang
menyelaputi oosit disebut corona radiata.
Tuba
fallopi
Gambar histologi Tuba Fallopi
Tuba fallopi disebut juga tuba
uterina atau oviduk. Bagian kelamin ini menampung telur yang ovulasi, tempat
terjadinya pembuahan, kemudian menyalurkan oosit yang sudah dibuahi ke dalam
uterus. Tuba sepasang kiri dan kanan, sesuai dengan ovarium yang sepasang.
Bagian ujung yang menampung oosit disebut infundibulum dan tonjolannya yang
menjarimembentuk penadah, disebut fimbriae (Yatim, 1990).
Dinding saluran ini terdiri dari
tiga lapisan yaitu tunika mucosa. Tunika muscularis dan tunika serosa. Tunika
mucosa, terdiri atas jaringan epitel, yang selnya selapis bentuk batang, atau
berlapis semu. Sel epitel dapat dibedakan atas dua macam, yaitu sel bersilia
dan sel penggetah. Sel bersilia untuk mengayuhkan bahan yang ada dalam lumen
yang berisi lendir. Sel penggetah befungsi untuk menghasilkan lendir, sebagai
media bagi oosit atau spermatozoa. Sel bersilia lebih rendah daripada sel
penggetah. Sel penggetah mengandung banyak granula sekresi (Marieb,
2004).
Tunika mucosa membentuk tonjolan
bercabang. Tonjolan itu membentuk beberapa alur longitudinal, yang diduga untuk
melancarkan penyaluran spermatozoa atau oosit yang sudah dibuahi..Tunika
muscularis terletak di bawah tunika mucosa, keduanya dibatasi oleh lapisan
jaringan ikat yang tipis. Tunika ini terdiri atas serat otot polos yang terdiri
dari dua lapis, sirkuler sebelah dalam, longitudinal sebelah luar. Lapisan otot
ini berperan untuk kontraksi tuba, yang perlu untuk melancarkan transport
spermatozoa atau oosit. Tunika serosa adalah penerusan selaput peritonium,
terdiri atas jaringan ikat, dan disebelah luar dilapisi olewh sel mesotel yang
gepeng (Cormack, 1994).
Gambar histologi uterus
Rahim atau uterus berada ditengah
atau hanya ada satu. Pada bagian anteriornya bermuara tuba sepasang kiri dan
kanan, dan ke bagianposteriornya bermuara vagina. Seperti pada tuba fallopi, dinding
uterus juga terdiri dari tiga lapisan yaitu tunika mucosa, tunika muscularis
dan tunika serosa. Tunika mucosa dikenal sebagai endometrium. Terdiri atas
jaringan epitel dan lamina propia. Sel epitel berbentuk batang dan dibedakan
menjadi sel bersilia dan sel penggetah. Di bawah lapisan epitel terdapat lamina
propia yang mengandung banyak kelenjar yang mengetahkan lendir. Sel lebih
banyak daripada serat dalam lapisan ini, sehingga disebut endometrium yang
serupa dengan mesenkhim (jaringan ikat embrio). Dalam endometrium ditemukan
banyak arteri yang melilit.Tunika muscularis terletak dibawah tunika mucosa,
lebih dikenal dengan sebutan myometrium. Terdiri dari jaringan otot polos dan
sedikit jaringan ikat. Lapisan ini sangat tebal, hingga mencapai 2-3 cm. Dapat
dibedakan menjadi empat strata, yaitu stratum submucosum, stratum vaskulare,
stratum supravasculare, dan stratum subserosum. Tunika serosa terdiri dari
serat kolagen dan fibroblast. Terkadang juga ditemukan serat elastis dan
retikulosa. Bagian terluarnya dilapisi mesotel yang merupakan terusan
peritoneum
Histologi
testis
Organ reproduksi dalam terdiri dari
:Testis merupakan kelenjar kelamin yang berjumlah sepasang dan akan
menghasilkan sel-sel sperma serta hormone testosterone. Dalam testis banyak
terdapat saluran halus yang disebut tubulus seminiferus. Epididimis merupakan
saluran panjang yang berkelok yang keluar dai testis. Berfungsi untuk menyimpan
sperma sementara dan mematanagkan sperma.
Vas deferens merupakan saluran
panjang dan lurus yang mengarah ke atas dan berujung di kelenjar prostat.
Berfungsi untuk mengangkut sperma menuju vesikula seminalis. Saluran ejakulasi
merupakan saluran yang pendek dana menghubungkan vesikula seminalis dengan
urethra. Urethra merupakan saluran panjang terusan dari saluran ejakulasi dan
terdapat di penis.
Kelenjar
pada organ reproduksi pria
Vesikula seminalis merupakan tempat
untuk menampung sperma sehingga disebut dengan kantung semen, berjumlah
sepasang. Menghasilkan getah berwarna kekukingan yang kaya akan nutrisi bagi
sperma dan bersifat alkali. Berfungsi untuk menetralkan suasana asam dalam
saluran reproduksi wanita. Kelenjar Prostat merupakan kelenjar yang terbesar
dan menghasilkan getah putih yang bersifat asam. Kelenjar
Cowper’s/Cowpery/Bulbourethra merupakana kelenjar yang menghasilkan getah
berupa lender yang bersifat alkali. Berfungsi untuk menetralkan suasana asam
dalam saluran urethra.
Gambar histologi testis
Testis adalah kelenjar penghasil
gamet, sedikit cairan mani dan hormon. Karena itu, alat ini disebut kelenjar
utama. Manusia (pria) mempunyai dua testis yang dibungkus dengan
skrotum. Pada tubulus spermatikus terdapat otot kremaster yang apabila
berkontraksi akan mengangkat testis mendekat ke tubuh. Bila suhu testis akan
diturunkan, otot kremaster akan berelaksasi dan testis akan menjauhi tubuh.
Fenomena ini dikenal dengan refleks kremaster. Selama masa pubertas, testis
berkembang untuk memulai spermatogenesis. Ukuran testis bergantung pada
produksi sperma (banyaknya spermatogenesis), cairan intersisial, dan produksi
cairan dari sel Sertoli. Pada umumnya, kedua testis tidak sama besar. Dapat
saja salah satu terletak lebih rendah dari yang lainnya. Hal ini diakibatkan
perbedaan struktur anatomis pembuluh darah pada testis kiri dan kanan. Testis
berperan pada sistem reproduksi dan sistem endokrin, yaitu : memproduksi sperma
(spermatozoa) dan memproduksi hormon seks pria seperti testosteron.
Testis dibungkus oleh lapisan
fibrosa yang disebut tunika albuginea. Di dalam testis terdapat banyak saluran
yang disebut tubulus seminiferus. Tubulus ini dipenuhi oleh lapisan sel sperma
yang sudah atau tengah berkembang. Spermatozoa (sel benih yang sudah siap untuk
diejakulasikan), akan bergerak dari tubulus menuju rete testis, duktus efferen,
dan epididimis. Bila mendapat rangsangan seksual, spermatozoa dan cairannya
(semua disebut air mani) akan dikeluarkan ke luar tubuh melalui vas deferen dan
akhirnya, penis. Di antara tubulus seminiferus terdapat sel khusus yang disebut
sel intersisial Leydig. Sel Leydig memproduksi hormon testosteron. Sawar darah
testis Molekul besar tidak dapat menembus ke lumen (bagian dalam tubulus)
melalui darah, karena adanya ikatan yang kuat antar sel Sertoli. Fungsi dari
sawar darah testis adalah untuk mencegah reaksi auto-imun. Tubuh dapat membuat
antibodi melawan spermanya sendiri, maka hal ini dicegah dengan sawar. Bila
sperma bereaksi dengan antibodi akan menyebabkan radang testis dan menurunkan
kesuburan.
KESIMPULAN
Kesimpulan
Dari
praktikum yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa Ovarium mamalia
berbentuk pipih bila dalam keadaan istirahat, sedang dalam masa reproduksi
berbentuk bulat panjang dan pada permukaan tampak seperti bisul-bisul, itulah folikel yang masak. Fase folikel ialah masa
pertumbuhan folikel sejak dari primer, sekunder, tertier, sampai folikel De
Graf. Sel telur yang masih muda dikelilingi oleh 1 lapis sel folikel yang
disebut folikel primer. Lapisan sel
itu bertambah banyak maka disebut folikel
sekunder. Akhirnya folikel tertier
yang sudah mempunyai rongga antara sel-sel folikel. Testis dibungkus oleh lapisan
fibrosa yang disebut tunika albuginea. Di dalam testis terdapat banyak saluran
yang disebut tubulus seminiferus. Tubulus ini dipenuhi oleh lapisan sel sperma
yang sudah atau tengah berkembang. Spermatozoa (sel benih yang sudah siap untuk
diejakulasikan), akan bergerak dari tubulus menuju rete testis, duktus efferen,
dan epididimis
Saran
Praktikan
menyarankan pada setiap praktikan yang ikut serta dalam pelaksanaan praktikum
ini ada baiknya mempersiap diri lebih matang lagi agar pelaksanaan praktikum
ini dapat berjalan dengan baik sesuai dengan harapan yang ingin dicapai
bersama.
DAFTAR PUSTAKA
Anonymous.2009.The Male Reproductive system.http:nongue.gsnu.ac.kr/~cspark/
teaching/chap3.html
teaching/chap3.html
Anonim
a. 2008.Cyperus rotundus. http://id. Wikipedia.org/wiki/fotosintesis.
Diakses 22 Januari 2008. 03:10:25 PM.html.
Anonim b. 2008. Cyperus
rotundus..Materia Medika Indonesia. Diakses 22 Januari 2008. 02:01:05 PM.
html.
Anantasika,
A. 2007. Fisiologi Folikulogenesis dan Ovulasi. Disampaikan pada
Symposium Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) III- HIFERI 24-27 Januari 2007.
Yogyakarta. http://ksuheimi.blogspot.com./2008/07/ Fisiologi-Folikulogenesis-dan-Ovulasi.html.
15 September 2008. 10.19 WIB.
Astirin,
O.P. dan Muthmainah. 2002. Struktur Histologis Ovarium Tikus (Rattus
norvegicus) gravid Setelah pemberian Ekstrak Momordica charantia L. Jurnal
Pharmacon. Jakarta. 1(2). 26-30.
Balkan, J. 2001.
Aroma terapi. Dahara Prize. Semarang.
Campbell, Neil
A. 2004. BIOLOGI Edisi Kelima-Jilid 3. Jakarta: PENERBIT ERLANGGA.
Dr Wildan Yatim,
Laboratorium Sitogenetika, Balai Kesehatan Universitas Padjadjaran Bandung Nuryadi.2000.Dasar-dasar Reproduksi Ternak.Malang:Universitas
Brawijaya
.Johnson, K.E. 1987. Histologi
dan Biologi Sel. Diterjemahkan oleh dr. F. Arifin Gunawijaya. Binarupa
Aksara. Jakarta. Hal. 362-365.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar