PENDAHULUAN
Latar belakang
Susu adalah hasil pemerahan dari
ternak sapi perah atau dari ternak menyusui lainnya yang diperah secara
kontinyu dan komponen-komponennya tidak dikurangi dan tidak ditambahkan
bahan-bahan lain. Susu segar merupakan cairan yang berasal dari kambing sapi sehat
dan bersih yang diperoleh dengan cara pemerahan yang benar yang kandungan
alaminya tidak dikurangi atau ditambah sesuatu apapun dan belum mendapat
perlakuan apapun (SNI 01-3141-1998).
Secara fisiologis, susu merupakan sekresi kelenjar ambing sebagai makanan dan
proteksi imunologis (immunological protection) bagi bayi mamalia. Dalam
SK Dirjen Peternakan No. 17 tahun 1983 dijelaskan, susu adalah susu sapi yang
meliputi susu segar, susu murni, susu pasteurisasi, dan susu sterilisasi (Shiddieqy, 2008).
Susu bernilai gizi tinggi dan dapat
digunakan sebagai makanan manusia segala umur, sehingga susu merupakan makanan
yang dapat dikatakan sempurna. Dewasa ini di negara-negara yang sudah maju
maupun di negara-negara yang sedang berkembang (termasuk di Indonesia), sapi
perah merupakan sumber utama penghasil susu yang mempunyai nilai gizi tinggi.
Walaupun ada pula susu yang dihasilkan oleh ternak lain misalnya kerbau,
kambing, kuda dan domba, akan tetapi penggunaannya dimasyarakat tidaklah
sepopuler susu sapi perah (Anonimous,
2007).
Pemeriksaan air susu
terhadap kemungkinan pemalsuan tidak mudah. Hasil pemeriksaan sesungguhnya
hanya berarti kalau air susu yang diperiksa dibandingkan dengan hasil
pemeriksaan susu kandang, yang langsung berasal dari pemerahan sapi. Disamping
itu air susu setiap hari dapat berbeda, perbedaan ini lebih nyata pada seekor
sapi dari pada susu campuran dari berbagai sapi. Perbedaan ini disebabkan
karena makanan dan keadaan sapi-sapinya sendiri.
Pemalsuan dapat
dilakukan sedemikian rupa sehingga air susu tidak memperlihatkan adanya
penyingkiran susunannya
Tujuan
dan manfaat
Tujuan dari pelaksanaan praktikum pengujian
kadar protein dan lemak ini adalah ini mengetahui kadar protein dan lemak pada
susu skim dan melaksanakan uji organoleptik pada dodol susu sebagai hasil
olahan produk peternakan
Manfaat yang diperoleh praktikan
dalam praktikan ini adalah mahasiswa mampu menentukan kadar protein dan lemak
yang terdapat pada susu skim.
TINJAUAN PUSTAKA
Secara fisiologis, susu merupakan
sekresi kelenjar ambing sebagai makanan dan proteksi imunologis (immunological
protection) bagi bayi mamalia. Dalam SK Dirjen Peternakan No. 17 tahun 1983
dijelaskan, susu adalah susu sapi yang meliputi susu segar, susu murni, susu
pasteurisasi, dan susu sterilisasi (Shiddieqy,
2008).
Susu adalah hasil pemerahan dari ternak
sapi perah atau dari ternak menyusui lainnya yang diperah secara kontinyu dan
komponen-komponennya tidak dikurangi dan tidak ditambahkan bahan-bahan lain.
Susu segar merupakan cairan yang berasal dari kambing sapi sehat dan bersih
yang diperoleh dengan cara pemerahan yang benar yang kandungan alaminya tidak
dikurangi atau ditambah sesuatu apapun dan belum mendapat perlakuan apapun (SNI 01-3141-1998).
kisaran kadar air susu sapi secara umum
yaitu 87,25% (Rahman.dkk, 1997),
80-90% (Maheswari, 2004) dan 87,5% (Winarno, 1999)
Walaupun ada pula susu yang dihasilkan
oleh ternak lain misalnya kerbau, kambing, kuda dan domba, akan tetapi
penggunaannya dimasyarakat tidaklah sepopuler susu sapi perah (Anonimous, 2007).
Berdasarkan SNI 01-3141-1998, aroma susu segar adalah normal khas susu.
Menurut SNI tahun 1997 definisi susu dibagi menjadi dua. Susu murni adalah
cairan yang berasal dari ambing sapi sehat dan bersih yang diperoleh dengan
cara pemerahan yang benar, yang kandungan alaminya tidak dikurangi atau
ditambah sesuatu apapun dan belum mendapat perlakuan apapun. Sedangkan susu
segar adalah susu murni yang tidak mendapat perlakuan apapun kecuali proses
pendinginan tanpa mempengaruhi kemurniannya
karena
Susu yang baru diperah sekalipun dari sapi-sapi yang
sehat dan diperah secara aseptis biasanya mengandung jumlah bakteri yang
sedikit (Eckles dkk., 1998)
Menurut Hadiwiyoto (1996) komposisi air susu secara umum:
1)
Protein
Protein susu terdiri atas kasein,
laktalbumin, dan laktoglobulin. Kasein merupakan protein yang terbanyak
jumlahnya daripada laktalbumin dan laktoglobulin.
2)
Lemak susu
Lemak merupakan komponen susu yang
penting seperti halnya protein. Lemak dapat memberikan energi lebih besar
dibandingkan dengan protein maupun karbohidrat. Satu gram lemak dapat
memberikan ± 9 Kalori. Lemak susu terdapat sebagai globula atau emulsi.
3)
Hidrat Arang
Dalam
susu hidrat arang paling banyak terdapat dalam bentuk gula disakarida, yaitu
laktosa. Gula susu mempunyai kemanisan seperenam kemanisan gula tebu (sukrosa).
4)
Garam-garam mineral
Susu mengandung berbagai macam mineral,
seperti garam kalsium, kalium, dan pospat.
5)
Vitamin
Susu mengandung vitamin-vitamin yang
larut dalam lemak, yaitu vitamin A, D, E serta sedikit vitamin K. Susu juga
mengandung berbagai vitamin yang larut dalam air yaitu vitamin B komplek.
6)
Air
Komponen
terbanyak susu adalah air, jumlahnya mencapai 64,89 %.
7)
Enzim
Enzim adalah katalisator biologik yang
dapat mempercepat reaksi kimiawi. Susu mengandung beberapa enzim, antara lain
lipase, posterase, peroksidase, katalase, dehidrogenase, dan laktase.
Komponen susu
antara lain adalah air 87%, lemak susu 3,9%, bahan kering tanpa lemak 8,8%
yaitu protein 3,25% (3/4 kasein, 1/4whey protein, laktalbumin dan laktal
globulin), laktosa 4,6%, mineral 0,65% (Ca, P, Mg, K, Zn, Cl, Fe, Cu, sulfat,
bikarbonat dan lain-lain), asam 18% (sitrat, asetat, laktat, dan oksalat),
enzim (peroksidase, katalase, fosfatase dan lipase), gas-gas (oksigen dan
nitrogen), vitamin (A, C dan D serta vitamin dan riboflamin) (Susilorini, 2006).
Winarno
(1996), bahwa susu merupakan emulsi lemak
dalam air, sehingga kandungan air pada susu menjadi lebih tinggi
MATERI DAN METODE
Waktu dan tempat
Praktikum
mengenai pemeriksaan pemalsuan susu ini dilaksanakan di laboratorium teknologi
hasil ternak tepatnya di gedung C fakultas Peternakan Universitas Jambi pada
tanggal 25 November 2010 pada pukul 14.00 WIB s,d selesai.
Materi
Alat dan bahan yang digunakan dalam
pelaksanaan praktikum pemeriksaan pemalsuan air susu ini adalah laktodensimeter,
thermometer, gelas ukur, labu Erlenmeyer, mikroskop, gelas objek, larutan asam
asetat,, larutan lugol, corong, kertas saring, pipet, Bunsen, larutan
paraphenildiamin, larutan hydrogen peroksida, dan penangas air.
Metode
Cara kerja yang dilaksanakan pembuktian
penambahan air adalah dengan melakukan pengukuran berat jenis, dengan acuan
bahwa BJ normal susu sapi adalah 1.028
sampai 1.032.
Cara kerja pada pembuktian
penambahan santan secara mikroskopik adalah dengan membersihkan gelas objek dan
meneteskan 1 tetes susu ke dalam objek gelas dan menutupnya dengan cover gelas
dan siamati dibawah mikroskop dengan pembesaran 10X dan 45X, butir-butir lemak
susu akan terlihat homogeny dan lemak nabati akan terlihat lebih besar dari
butir lemak susu
Cara kerja yang dilaksanakan dalam pembuktian
penambhan pati secara kimia adalah dengan memasukkan 10 ml susu kedalam tabung
reaksi dan ditambah 0.5ml asam asetat kemudian tabung dipanaskan dan sampel
disaring, ke dalam filtrate diteteskan 4 tetes lugol jika mengandung pati maka
filtrate akan berwarna biru bila berwarna kuning artinya negative.
Cara kerja yang dilaksanakan pada
pembuktian penambahan susu masak dengan uji storch adalah dengan memasukkan
susu sebanyak 5 ml kedalam trabung reaksi dan ditambahkan 2 tetes
paraphenildiamin 2%, kemudian ditambahkan 1-4 tetes hydrogen peroksida, susu
mentah yang belum mengalami pemanasan akan berubah menjadi biru dan susu yang
dipanaskan pada suhu 77-78oC akan tetap berwarna putih
Cara kerja yang dilaksanakan pada pada
pembuktian penambahan formalin adalah dengan memasukkan susu sebanyak 2 ml
kedalam tabung reaksi dan sitambahkan 10 ml asam klorida yang mengandung besi,
kemudian dipanaskan dibiarkan pada suhu mendidih selama 1 menit, jika mengandung
formalin maka susu akan berubah menjadi warna ungu.
HASIL DAN PEMBAHASAN
1.Pembuktian penambahan air
Kisaran kadar air susu sapi secara
umum yaitu 87,25% (Rahman.dkk, 1997),
80-90% (Maheswari, 2004) dan 87,5% (Winarno, 1999).Pemeriksaan air susu
terhadap kemungkinan pemalsuan tidak mudah. Hasil pemeriksaan sesungguhnya
hanya berarti kalau air susu yang diperiksa dibandingkan dengan hasil
pemeriksaan susu kandang, yang langsung berasal dari pemerahan sapi. Disamping
itu air susu setiap hari dapat berbeda, perbedaan ini lebih nyata pada seekor
sapi dari pada susu campuran dari berbagai sapi. Perbedaan ini disebabkan
karena makanan dan keadaan sapi-sapinya sendiri Ciri-ciri susu yang ditambah
air adalah Kalau
sedikit air ditambahkan, aspek air susu tidak berubah. Kalau air ditambah dalam
jumlah banyak, maka susu akan encer dan kebiru-biruan. Umumnya pemalsuan
mengakibatkan Titik beku naik Angka refraksi turun Berat jenis, kadar lemak dan
kadar bahan kering turun. Kadar air susu tinggi karena merupakan emulsi air di
dalam lemak yang susuai dengan pendapat Winarno (1996), bahwa susu merupakan emulsi lemak dalam air,
sehingga kandungan air pada susu menjadi lebih tinggi
Dari semua susu yang di amati maka yang ditambah air santan adalah susu pada
gelas B.
2.Pembuktian penambahan santan
Susu yang disangka
dipalsukan dengan santan, hendaknya sedimen atau bagian lemaknya diperiksa
secara mikroskopis pada pembesaran rendah. Bila ditemukan hanya satu butir
lemak besar, maka sangkan terhadap pemalsuan sudah sangat dikuatkan.
Jika susu ditambah santan
maka akan menyebabkan Angka refraksi turun,Kadar lemak naik, Daya pisah krim
menjadi lambat,Angka katalase naik Kadar gula naik, Terdapat butir-butir lemak besar dari sel-sel
tumbuhan (mikroskop). Dari semua susu yang diamati maka susu yang mengaandung
penambhan santan adalah susu pada botol A,
3.pembuktian penambahan pati
Komponen susu antara
lain adalah air 87%, lemak susu 3,9%, bahan kering tanpa lemak 8,8% yaitu
protein 3,25% (3/4 kasein, 1/4whey protein, laktalbumin dan laktal globulin),
laktosa 4,6%, mineral 0,65% (Ca, P, Mg, K, Zn, Cl, Fe, Cu, sulfat, bikarbonat
dan lain-lain), asam 18% (sitrat, asetat, laktat, dan oksalat), enzim
(peroksidase, katalase, fosfatase dan lipase), gas-gas (oksigen dan nitrogen),
vitamin (A, C dan D serta vitamin dan riboflamin) (Susilorini, 2006).
Dari susu yang diamati maka
susu yang mengandung pati adalah susu yang ada pada botol C. penamban pati pada
susu akan menyebabkan susu menjadi tambah putih dan terlihat lebih asli, tentu
saja volume susu akan menjadi meningkat tetapi kadar gizinya tidak bertambah
melainkan malah berkurang.
4.pembuktian penambahan susu masak
Pemeriksaan air susu
terhadap kemungkinan pemalsuan tidak mudah. Hasil pemeriksaan sesungguhnya
hanya berarti kalau air susu yang diperiksa dibandingkan dengan hasil
pemeriksaan susu kandang, yang langsung berasal dari pemerahan sapi. Disamping
itu air susu setiap hari dapat berbeda, perbedaan ini lebih nyata pada seekor
sapi dari pada susu campuran dari berbagai sapi. Perbedaan ini disebabkan
karena makanan dan keadaan sapi-sapinya sendiri. Jika tejadi penambahan susu
masak tentu saja akan sangat mempengaruhi kadar gizi susu yang seharusnya. Menurut Hadiwiyoto (1996) komposisi air susu
secara umum:
1)
Protein
Protein susu terdiri atas kasein,
laktalbumin, dan laktoglobulin. Kasein merupakan protein yang terbanyak
jumlahnya daripada laktalbumin dan laktoglobulin.
2)
Lemak susu
Lemak merupakan komponen susu yang
penting seperti halnya protein. Lemak dapat memberikan energi lebih besar
dibandingkan dengan protein maupun karbohidrat. Satu gram lemak dapat
memberikan ± 9 Kalori. Lemak susu terdapat sebagai globula atau emulsi.
3)
Hidrat Arang
Dalam susu hidrat arang paling banyak
terdapat dalam bentuk gula disakarida, yaitu laktosa. Gula susu mempunyai
kemanisan seperenam kemanisan gula tebu (sukrosa).
4)
Garam-garam mineral
Susu mengandung berbagai macam mineral,
seperti garam kalsium, kalium, dan pospat.
5)
Vitamin
Susu mengandung vitamin-vitamin yang
larut dalam lemak, yaitu vitamin A, D, E serta sedikit vitamin K. Susu juga
mengandung berbagai vitamin yang larut dalam air yaitu vitamin B komplek.
6)
Air
Komponen
terbanyak susu adalah air, jumlahnya mencapai 64,89 %.
7)
Enzim
Enzim adalah katalisator biologik yang
dapat mempercepat reaksi kimiawi. Susu mengandung beberapa enzim, antara lain
lipase, posterase, peroksidase, katalase, dehidrogenase, dan laktase.
Sedangkan pada susu masak kadar gizi yang seharusnya ini
akan banyak mengalami perubahan dan penurunan yang sangat besar. Maka pada
pengolahan susu perlu diamati ada tidaknya penambahan susu masak ini untuk
menghindari perolehan gizi yang tidak sesuai. Dari semua susu yang diamati,
susu yang ditambah dengan susu masak adalah susu yang ada pada pada botol D.
5.pembuktian penambahan formalin
Formalin merupakan pengawet yang tidak bisa digunakan
pada makanan karena merupakan zat yang bersifat racun dan sangat berbahaya bagi
kesehatan manusia sebagai pengkonsumsinya. Pada kebersihan susu, bukan hanya
kontaminasi zat berbahaya yang dihindari pada konsumsinya, termasuk juga
kontaminasi bakteri berbahaya lain, karena Susu
yang baru diperah sekalipun dari sapi-sapi yang sehat dan diperah secara
aseptis biasanya mengandung jumlah bakteri yang sedikit (Eckles dkk., 1998). Menurut SNI tahun 1997 definisi susu dibagi
menjadi dua. Susu murni adalah cairan yang berasal dari ambing sapi sehat dan
bersih yang diperoleh dengan cara pemerahan yang benar, yang kandungan alaminya
tidak dikurangi
atau ditambah sesuatu apapun dan belum
mendapat perlakuan apapun. Sedangkan susu segar adalah susu murni yang tidak
mendapat perlakuan apapun kecuali proses pendinginan tanpa mempengaruhi
kemurniannya. Jadi jika terdapat penambhan formalin seperti di atas, maka susu
tersebut tidak layak lagi dikatakan sebagai susu yang sebenarnya. Dari semua
susu yang diamati, susu yang mengalami penambahan formalin adalah susu E, dari
segi bau sebenarnya susu ini telah mencurigakan karena susu yang ditambah
formalin ini sangat menyengat dan sangat lain dari bau susu yang normal atau
bau khas susu, Berdasarkan SNI
01-3141-1998, aroma susu segar adalah normal khas susu.
KESIMPULAN
Dari hasil praktikum yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan
bahwa susu yang ditambah air adalah susu pada botol B, susu yang ditambah
santan adalah susu yang ada pada botol A, susu yang ditambah pati adalah susu
pada botol C, susu yang ditambah susu masak adalah susu pada botol D, dan susu
yang ditambah formalin adalah susu yang ada botol E.
Saran
praktikan untuk praktikum selanjutnya adalah untuk melaksanakan praktikum yang
lebih baik lagi supaya tercipta hasil praktikum yang lebih teliti.
DAFTAR PUSTAKA
Anonimus,
2007. Penuntun Kesehatan Masyarakat
Veteriner (susu, daging dan telur). Fakultas Kedokteran Hewan. Universitas
Syiah Kuala. Banda Aceh.
Bastianelli,
D. and C.L. Bas. 2002. Evaluating the role of
animal feed in food safety: Perspectives for action. Proceeding of the
International Workshop on Food Safety Management in Developing Countries.
CIRAD-FAO, Montpellier, France. p. 11-13.
Eckles,
C.H., Combs and H. Macy. 1998. Milk and product. 4
th. Ed. Mc. Graw Hill Publishing Co. Ltd., New Delhi.
Hadiwiyoto, S., 1996.
Pengujian Mutu Susu dan Hasil Olahannya. Penerbit Liberty. Yogyakarta
Shiddieqy,
2008. Bakteri Menyebabkan Keracunan Susu.
http://netfarm. blogsome.com/bakterimenyebabkan-keracunan-susu.htm.
Ressang,
A.A. dan A.M. Nasution. 1998. Pedoman Ilmu
Kesehatan Susu. (Milk Hygiene). IPB. Bogor.
Winarno, F.G. 1996. Pangan, Gizi, Tekhnologi dan Konsumen.
PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar