I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Urease adalah enzim yang
mangkatatalisa hidrolisis urea membentuk amonia dan karbon dioksida. Aktivitas
urease terutama ditemukan dalam pada bungkil kacang kedelei. Enzim pada urease
dapat mengkatalis aktivitas reaksi pemecahan urea yang bersifat patogen dalam
sel tumbuhan menjadi amonia dan CO2.
Aktivitas adanya urease dalam
bungkil kacang kedele memungkinkan organisme dapat memanfaatkan urea internal
maupun eksternal sebagai sumber nitrogen. Dalam bungkil kacang kedele yang
diuji untuk mengetahui kadar aktivitas adanya urease diketahui dengan adanya
warna merah yang timbul. Nitrogen yang terdapat dalam urea bersifat unavailable
bagi tanaman kecuali telah dihidrolisis oleh urease.
1.2 Tujuan dan Manfaat
Tujuan dari praktikum ini
adalah untuk mengetahui kandungan urease yang terdapat pada bungkil kacang
kedelei.
Manfaat dari praktikum ini
adalah dapat mengetahui perubahan warna yang terjadi pada bahan pakan bungkil
kacang kedelei secara langsung.
II. MATERI DAN METODE
2.1 Waktu dan Tempat
Praktikum Industri Makanan
Ternak ini dilaksanakan pada hari rabu tanggal 16 juni 2009 yang dimulai pukul Pukul 14.00 sampai dengan selesai bertempat di
Laboratorium Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jambi.
2.2 Materi
Alat dan bahan yang digunakan
pada praktikum ini adalah kertas saring wathman no.5, penjepit, kertas saring,
cresol red indicator dan larutan urea standar, bubuk bromothymol blue, bungkil
kacang kedelei, Urea phenol red solution, sodium hidroksida 0,1 N, aquades,
NaOH 0,1 N, urease, asam sulfat 0,1 N, kertas lakmus merah,
2.3 Metode
Masukkan 1 sendok teh bungkil kacang kedelei mentah dan bungkil
kacang kedelei yang akan diuji kedalam beberapa cawan petri. Masukkan sampel
yang diuji dibagian tengah. Tambahkan 5-8 tetes phenol red solution yang
berwarna kuning sawo. Kemudian aduk perlahan sampai mengembang dan membasahi
sampel pada cawan. Biarkan selama 5 menit dan bandingkan dan amati perbedaan
bungkil kacang kedelei (sampel) yang diuji dengan sampel bungkil kacang kedelei
standar.
III. TINJAUAN PUSTAKA
Aktivitas urease sangat
dipengaruhi oleh PH larutan, suhu, kadar substrat dan jenis substrat. Faktor
itu mempunyai dua pengaruh pada enzim yaitu mengenal struktur dan mekanisme
katalis yang serupa. ( Rostagno. 2004 )
Fungsi urease berkaitan
dengan arginase protein biji. Imbibisi bungkil kacang kedelei dalam air
mengandung inhibitor urease. ( Notoadmojo. 2003 )
Urease merupakan salah satu
bentuk enzim yang berperan dalam proses perkecambahan. Enzim ini dapat
mengkatalis reaksi pemecahan urea yang bersifat patogen dalam sel tumbuhan
menjadi amonia dan CO2.( Standford 2006
).
Rendahnya residu aktivitas urease
yang terukur menandakan bahwa SBM telah diproses dengan baik. ( Kuncoro.
2000 )
Urea adalah molekul
organik pertama yang disintesis dan urease jack been adalah enzim pertama yang
pernah dikristalkan. ( Rivai. 2003 )
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil yang didapat pada praktikum ini
adalah :
|
Kelompok
|
Hasil
|
Keterangan
|
|
1
|
Mendekati 9%
|
Permukaan partikel yang berwarna merah
lembayung sebanyak 50%
|
|
2
|
Mendekati 11%
|
Permukaan partikel yang berwarna merah
lembayung sebanyak 75%
|
|
3
|
Mendekati 7%
|
Permukaan partikel yang berwarna merah
lembayung sebanyak 75%
|
|
4
|
Mendekati 3%
|
Permukaan partikel yang berwarna merah
lembayung sebanyak 25%
|
|
5
|
Mendekati 7%
|
Permukaan partikel yang berwarna merah
lembayung sebanyak 75%
|
Dari hasil diatas dapat
diketahui bahwa praktikum yang telah dilaksanakan didapat hasil bahwa bungkil
kacang kedelei memiliki aktivitas urease
yang sangat aktif, hal ini dapat dilihat dari hasil bahwa permukaan partikel
berwarna merah lembayung sebanyak 75 %. Sesuai dengan pendapat Standford ( 2006 )Urease merupakan salah
satu bentuk enzim yang berperan dalam proses perkecambahan. Enzim ini dapat
mengkatalis reaksi pemecahan urea yang bersifat patogen dalam sel tumbuhan
menjadi amonia dan CO2.
Penentuan aktivitas enzim biasanya
dilakukan pada PH optimum dan dengan konsentrasi substrat dan konfaktor yang
berlebih sehingga laju reaksi yang terjadi merupakan aksi yang terjadi
merupakan reaksi tingkat ke nol terhadap substrat. Menurut pendaoat Kuncoro, ( 2000
) yang menyatakan bahwa Rendahnya residu aktivitas urease yang terukur
menandakan bahwa SBM telah diproses dengan baik. Ditambahkan oleh Notoadmodjo, ( 2003 ) bahwa
Fungsi urease berkaitan dengan arginase protein biji. Imbibisi bungkil kacang
kedelei dalam air mengandung inhibitor urease.
poenzim urease perlu
diaktivasi, proses ini membutuhkan beberapa protein asesori yang menggabungkan
nikel dengan urease membentuk sisi katalitik, sesuai dengan pendapat oleh
Rivai, ( 2003 ) bahwa Urea adalah molekul organik pertama yang disintesis dan
urease jack been adalah enzim pertama yang pernah dikristalkan. Dan ditambahkan
oleh Rostagno, ( 2004 ) yang menyatakan bahwa Aktivitas urease sangat
dipengaruhi oleh PH larutan, suhu, kadar substrat dan jenis substrat. Faktor
itu mempunyai dua pengaruh pada enzim yaitu mengenal struktur dan mekanisme
katalis yang serupa.
V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Dari praktikum yang dilaksanakan dapat
disimpulkan bahwa setiap kelompok yang melakukan uji test adanya urease pada
bungkil kacang kedelei mengandung urea.
5.2 Saran
Sebaiknya sebelum praktikum semua
bahan telah tersedia dan ada, sehingga sewaktu pelaksanaan praktikum telah
siap.
DAFTAR PUSTAKA
Kuncoro. 2000. Uji
Urease pada Bahan Pakan. UGM.
Yogjakarta.
Notoadmojo.
2003. Ilmu Pangan. Universitas Indonesia. Jakarta
Rivai. 2003. Penyusunan
Bahan Pakan. Jakarta.
Rostagno. 2004. Industri
Makanan Ternak. Erlangga. Jakarta.
Standford .2006. Nesslerisation, and The Avoidance Of Turbidity In
Nesslerised Solutions. http://www. Biochemj. Org/bj.pil. diakses tanggal 15
juni 2009. pukul 20.45 WIB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar