Translate To

Kamis, 11 April 2013

Tes Urease Pada Bungkil Kacang Kedele


I. PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang

Urease adalah enzim yang mangkatatalisa hidrolisis urea membentuk amonia dan karbon dioksida. Aktivitas urease terutama ditemukan dalam pada bungkil kacang kedelei. Enzim pada urease dapat mengkatalis aktivitas reaksi pemecahan urea yang bersifat patogen dalam sel tumbuhan menjadi amonia dan CO2.
Aktivitas adanya urease dalam bungkil kacang kedele memungkinkan organisme dapat memanfaatkan urea internal maupun eksternal sebagai sumber nitrogen. Dalam bungkil kacang kedele yang diuji untuk mengetahui kadar aktivitas adanya urease diketahui dengan adanya warna merah yang timbul. Nitrogen yang terdapat dalam urea bersifat unavailable bagi tanaman kecuali telah dihidrolisis oleh urease.


1.2  Tujuan dan Manfaat

Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui kandungan urease yang terdapat pada bungkil kacang kedelei.                                                                                   
Manfaat dari praktikum ini adalah dapat mengetahui perubahan warna yang terjadi pada bahan pakan bungkil kacang kedelei secara langsung.







II. MATERI DAN METODE


2.1 Waktu dan Tempat

Praktikum Industri Makanan Ternak ini dilaksanakan pada hari rabu tanggal 16 juni 2009 yang dimulai pukul  Pukul 14.00 sampai dengan selesai bertempat di Laboratorium Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jambi.

2.2 Materi

Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah kertas saring wathman no.5, penjepit, kertas saring, cresol red indicator dan larutan urea standar, bubuk bromothymol blue, bungkil kacang kedelei, Urea phenol red solution, sodium hidroksida 0,1 N, aquades, NaOH 0,1 N, urease, asam sulfat 0,1 N, kertas lakmus merah,

2.3 Metode

Masukkan 1 sendok teh  bungkil kacang kedelei mentah dan bungkil kacang kedelei yang akan diuji kedalam beberapa cawan petri. Masukkan sampel yang diuji dibagian tengah. Tambahkan 5-8 tetes phenol red solution yang berwarna kuning sawo. Kemudian aduk perlahan sampai mengembang dan membasahi sampel pada cawan. Biarkan selama 5 menit dan bandingkan dan amati perbedaan bungkil kacang kedelei (sampel) yang diuji dengan sampel bungkil kacang kedelei standar.





III. TINJAUAN PUSTAKA


Aktivitas urease sangat dipengaruhi oleh PH larutan, suhu, kadar substrat dan jenis substrat. Faktor itu mempunyai dua pengaruh pada enzim yaitu mengenal struktur dan mekanisme katalis yang serupa. ( Rostagno. 2004 )
Fungsi urease berkaitan dengan arginase protein biji. Imbibisi bungkil kacang kedelei dalam air mengandung inhibitor urease. ( Notoadmojo. 2003 )                                                                                                                          
Urease merupakan salah satu bentuk enzim yang berperan dalam proses perkecambahan. Enzim ini dapat mengkatalis reaksi pemecahan urea yang bersifat patogen dalam sel tumbuhan menjadi amonia dan CO2.( Standford  2006 ).
Rendahnya residu aktivitas urease yang terukur menandakan bahwa SBM telah diproses dengan baik. ( Kuncoro. 2000 )
Urea adalah molekul organik pertama yang disintesis dan urease jack been adalah enzim pertama yang pernah dikristalkan. ( Rivai. 2003 )                                                                                        















IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


       Hasil yang didapat pada praktikum ini adalah :
Kelompok
Hasil
Keterangan
1
Mendekati  9%
Permukaan partikel yang berwarna merah lembayung sebanyak 50%
2
Mendekati  11%
Permukaan partikel yang berwarna merah lembayung sebanyak 75%
3
Mendekati  7%
Permukaan partikel yang berwarna merah lembayung sebanyak 75%
4
Mendekati  3%
Permukaan partikel yang berwarna merah lembayung sebanyak 25%
5
Mendekati  7%
Permukaan partikel yang berwarna merah lembayung sebanyak 75%

Dari hasil diatas dapat diketahui bahwa praktikum yang telah dilaksanakan didapat hasil bahwa bungkil kacang kedelei memiliki aktivitas  urease yang sangat aktif, hal ini dapat dilihat dari hasil bahwa permukaan partikel berwarna merah lembayung sebanyak 75 %. Sesuai dengan pendapat Standford ( 2006 )Urease merupakan salah satu bentuk enzim yang berperan dalam proses perkecambahan. Enzim ini dapat mengkatalis reaksi pemecahan urea yang bersifat patogen dalam sel tumbuhan menjadi amonia dan CO2.
Penentuan aktivitas enzim biasanya dilakukan pada PH optimum dan dengan konsentrasi substrat dan konfaktor yang berlebih sehingga laju reaksi yang terjadi merupakan aksi yang terjadi merupakan reaksi tingkat ke nol terhadap substrat. Menurut pendaoat Kuncoro, ( 2000 ) yang menyatakan bahwa Rendahnya residu aktivitas urease yang terukur menandakan bahwa SBM telah diproses dengan baik. Ditambahkan oleh Notoadmodjo, ( 2003 ) bahwa Fungsi urease berkaitan dengan arginase protein biji. Imbibisi bungkil kacang kedelei dalam air mengandung inhibitor urease.                                                                                                                       
poenzim urease perlu diaktivasi, proses ini membutuhkan beberapa protein asesori yang menggabungkan nikel dengan urease membentuk sisi katalitik, sesuai dengan pendapat oleh Rivai, ( 2003 ) bahwa Urea adalah molekul organik pertama yang disintesis dan urease jack been adalah enzim pertama yang pernah dikristalkan. Dan ditambahkan oleh Rostagno, ( 2004 ) yang menyatakan bahwa Aktivitas urease sangat dipengaruhi oleh PH larutan, suhu, kadar substrat dan jenis substrat. Faktor itu mempunyai dua pengaruh pada enzim yaitu mengenal struktur dan mekanisme katalis yang serupa.




















V. KESIMPULAN DAN SARAN


5.1 Kesimpulan

              Dari praktikum yang dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa setiap kelompok yang melakukan uji test adanya urease pada bungkil kacang kedelei mengandung urea.

5.2 Saran

             Sebaiknya sebelum praktikum semua bahan telah tersedia dan ada, sehingga sewaktu pelaksanaan praktikum telah siap.

















DAFTAR PUSTAKA


Kuncoro. 2000. Uji Urease  pada Bahan Pakan. UGM. Yogjakarta.


Notoadmojo. 2003. Ilmu Pangan. Universitas Indonesia. Jakarta

Rivai. 2003. Penyusunan Bahan Pakan. Jakarta.


Rostagno. 2004. Industri Makanan Ternak. Erlangga. Jakarta.


Standford .2006. Nesslerisation, and The Avoidance Of Turbidity In Nesslerised   Solutions. http://www. Biochemj. Org/bj.pil. diakses tanggal 15 juni 2009.        pukul 20.45 WIB

Tidak ada komentar: